PROLOGMEDIA – Bagi banyak orang, pagi hari dimulai dengan rutinitas sederhana: secangkir kopi, sepiring bubur, atau sepiring nasi. Namun belakangan, sarapan yang direkomendasikan semakin bergeser — salah satu opsi yang paling banyak dibicarakan adalah telur. Praktis, terjangkau, dan kaya nutrisi; telur menjadi favorit bagi mereka yang ingin memulai hari dengan tambahan energi dan protein. Tapi, jika Anda memilih telur sebagai menu sarapan harian, pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa butir yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari?
Sejumlah pakar gizi menyebut bahwa jika Anda dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit jantung atau kolesterol tinggi, mengonsumsi satu sampai dua telur utuh per hari bisa dianggap aman dan bahkan bermanfaat. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin (seperti A, D, B12), mineral, dan zat penting seperti kolin — yang membantu fungsi otak dan metabolisme tubuh.
Dalam konteks sarapan, memulai hari dengan telur membawa beberapa manfaat nyata. Protein dalam telur cenderung membuat Anda merasa kenyang lebih lama dibanding menu sarapan tinggi karbohidrat. Ini membantu mengurangi keinginan ngemil di jam-jam berikutnya dan dapat mendukung kontrol berat badan. Ditambah lagi, kuning telur menyediakan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata, serta nutrisi penting untuk sistem saraf dan kesehatan sel tubuh.
Baca Juga:
Bali Didorong Tinggalkan Atraksi Naik Gajah Demi Wisata yang Lebih Beretika
Sebuah pola sarapan sederhana — misalnya dua butir telur rebus — banyak dianggap sebagai pilihan yang sehat oleh para ahli. Tidak perlu tambahan saus berat, daging olahan, atau gorengan yang tinggi lemak jenuh; telur rebus saja sudah cukup untuk memberikan energi, protein, dan nutrisi penting di pagi hari. Ini membuat telur sebagai pilihan menarik bagi mereka yang ingin sarapan sehat namun praktis dan ekonomis.
Tentu saja, bukan berarti setiap orang cocok mengonsumsi telur sebanyak-banyaknya setiap hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika dikonsumsi secara berlebihan — misalnya tiga hingga empat telur utuh tiap hari — bisa berdampak negatif. Terlalu banyak kolesterol dari kuning telur bisa mempengaruhi kadar kolesterol darah, terutama jika pola makan harian juga tinggi lemak jenuh atau kurang serat.
Karena itu, penting mempertimbangkan kondisi pribadi: usia, berat badan, kebiasaan makan, dan riwayat kesehatan. Bagi orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, para ahli kadang menyarankan agar lebih bijak: mungkin dengan membatasi jumlah kuning telur, atau mengganti beberapa telur dengan putih telur saja — tetap mendapat protein tanpa terlalu banyak kolesterol.
Baca Juga:
Bendung Cihamerang Terbentuk Akibat Disposal Tol Cisumdawu, Ribuan Warga Sumedang Terdampak
Namun bagi orang sehat, dengan gaya hidup seimbang — pola makan variatif, banyak buah dan sayur, aktivitas fisik teratur — makan telur satu atau dua butir sehari bisa menjadi komponen menu sehat yang sangat mendukung.









