PROLOGMEDIA – Banyak orang terkadang gagal mendapatkan hasil bubur kacang hijau yang empuk dan lembut — kacang tetap terasa keras meskipun sudah direbus lama, atau teksturnya tidak merata. Padahal ternyata solusi untuk mendapatkan bubur kacang hijau yang empuk tak perlu berlama-lama merebus. Inti triknya ada pada perendaman sebelum memasak, serta teknik memasak yang tepat sehingga setiap biji kacang bisa matang merata, creamy di dalam dan tetap utuh bentuknya ketika disantap.
Langkah pertama dan paling penting adalah mencuci bersih dan kemudian merendam kacang hijau dalam air bersih sebelum direbus. Dengan perendaman, air dengan mudah meresap ke dalam pori-pori biji kacang, sehingga kacang mengembang lebih dulu. Ini mempercepat pelunakan saat dimasak dan mengurangi waktu perebusan secara keseluruhan — artinya kamu tak perlu merebus berjam-jam agar hasilnya empuk.
Setelah kacang direndam dan siap dimasak, rebuslah dengan api sedang ke kecil agar panas merata secara perlahan-lahan. Gunakan air secukupnya, jangan terlalu sedikit agar tidak cepat habis sebelum kacang benar-benar empuk. Ketika merebus, aduk sesekali dengan lembut agar kacang tidak menempel atau gosong di dasar panci. Bila air mulai menyusut namun kacang belum empuk, bisa ditambah sedikit air panas supaya proses perebusan tetap stabil. Hindari api besar karena meskipun kuahnya cepat menyusut, bagian dalam kacang bisa masih keras.
Waktu memasaknya memang fleksibel tergantung mengikuti proses perendaman. Bila kacang telah direndam cukup lama, kamu bisa memperoleh tekstur empuk dalam waktu lebih singkat — 30 sampai 45 menit memasak sudah cukup jika dilakukan dengan benar: empuk, lembut, dan kuah tidak terlalu encer.
Salah satu bagian paling penting dalam memasak bubur kacang hijau adalah menambahkan santan — tetapi pastikan santan hanya dimasukkan saat kacang sudah empuk dan air rebusan mulai menyusut. Jika santan ditambahkan terlalu awal, risiko santan pecah atau kuah bubur menjadi berminyak meningkat, dan tekstur bubur bisa rusak. Oleh karena itu, sisakan tahap penambahan santan di akhir, aduk perlahan dengan api kecil selama 5–10 menit agar santan tercampur rata dan bubur menjadi creamy serta gurih.
Baca Juga:
Jangan Biarkan Alpukatmu Terbuang Sia-sia! Ini 7 Cara Menyimpan Alpukat Agar Awet dan Tidak Pahit
Untuk pemanis, penggunaan gula merah sangat disarankan — selain menambah rasa manis yang khas dan warna cokelat keemasan yang menggugah selera, gula merah memberi aroma hangat dan rasa manis alami yang lebih dalam dibanding gula pasir biasa. Untuk menyeimbangkan rasa, kamu bisa menambahkan sedikit garam atau vanili untuk memperkaya aroma. Agar gula merah cepat larut, iris atau serut halus sebelum dimasukkan.
Kalau kamu ingin memberi aroma ekstra, tambahkan daun pandan atau sedikit jahe — daun pandan memberi wangi harum alami khas, sedangkan jahe memberikan aroma hangat. Banyak resep tradisional memasukkan daun pandan atau jahe agar bubur lebih harum dan terasa “rumahan”.
Setelah semua matang sempurna — kacang empuk, santan menyatu, gula merah larut — bubur kacang hijau bisa dinikmati hangat — cocok untuk suasana santai di rumah, penghangat suasana saat hujan, atau sebagai camilan manis. Tapi jika kamu ingin, bubur ini juga enak disajikan dalam keadaan dingin, sebagai dessert segar. Meski begitu, banyak orang lebih suka versi hangat karena tekstur creamy dan aroma santan yang lebih terasa.
Dengan menerapkan langkah sederhana di atas — merendam sebelum memasak, memasak dengan api kecil, menambahkan santan di akhir, dan menggunakan gula merah — kamu bisa mendapat bubur kacang hijau yang empuk sempurna, creamy, gurih, dan manis dengan cara relatif singkat tanpa perlu merebus berjam-jam. Tak perlu lagi khawatir biji kacang tetap keras atau bubur bertekstur kasar — cukup ikuti tahapan dengan sabar dan perhatian, maka hasilnya akan memuaskan.
Baca Juga:
Tips Khusus Mobil Matik Saat Melibas Tanjakan
Selamat mencoba di dapur! Kalau kamu mau, aku bisa bantu susun resep bubur kacang hijau “praktis & empuk sempurna” berdasarkan metode ini — supaya gampang diikuti. Mau aku kirimkan?









