Menu

Mode Gelap

Wisata · 9 Nov 2025 18:22 WIB

Dari Gempa Bumi hingga Wisata Unik: Kisah Gunung Lumpur di Grobogan yang Memukau


 Dari Gempa Bumi hingga Wisata Unik: Kisah Gunung Lumpur di Grobogan yang Memukau Perbesar

Di sebuah pelosok Grobogan, Jawa Tengah, sebuah fenomena alam yang tak biasa mengundang decak kagum sekaligus tanda tanya. Pada Maret 2024, masyarakat setempat digemparkan dengan kemunculan sebuah ‘gunung’ baru yang unik. Alih-alih memuntahkan lava dan abu vulkanik, gundukan tanah ini justru menyemburkan lumpur, menciptakan pemandangan yang sekilas menyerupai letusan gunung berapi. Sontak, kabar ini pun dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Namun, apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah ‘gunung’ ini merupakan gunung berapi sungguhan? Untuk menjawab pertanyaan ini, para ahli geologi pun turun tangan untuk meneliti fenomena tersebut.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid A.N., menjelaskan bahwa gundukan lumpur yang muncul di Grobogan bukanlah gunung berapi, melainkan gunung lumpur atau mud volcano. Fenomena ini sebenarnya tidak terlalu asing di dunia geologi, namun tetap menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Menurut penjelasan EGSA UGM, gunung lumpur ini memiliki ketinggian sekitar 25 meter di atas permukaan tanah. Proses pembentukannya dipicu oleh natural gas yang naik ke permukaan melalui sesar mendatar yang tegak (konduit). Gas ini membawa serta lumpur yang memiliki densitas lebih ringan dari sedimen di sekitarnya.

Akibatnya, berbagai material seperti lumpur, gas, batuan, belerang, garam, dan air tersembur ke permukaan dan membentuk kerucut yang menyerupai gunung.

Kemunculan gunung lumpur ini juga diduga terkait dengan gempa berkekuatan M 6,5 yang mengguncang wilayah tersebut pada 22 Maret 2024. Gempa tersebut diduga menyebabkan migrasi hidrokarbon maupun lumpur menjadi lebih aktif karena rekahan atau patahan yang terbentuk akibat gempa dangkal. Hal ini kemudian mendorong lumpur panas keluar dengan kekuatan besar, menciptakan pemandangan yang spektakuler.

Meskipun fenomena mud volcano di Grobogan ini bukan insiden yang luar biasa, namun tetap memiliki potensi risiko bagi lingkungan sekitarnya. Semburan lumpur panas yang keluar secara berkala dan berpindah-pindah tempat dapat merusak lahan pertanian warga.

Selain itu, gas-gas beracun seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida yang dikeluarkan oleh semburan lumpur panas juga dapat membahayakan keselamatan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Baca Juga:
Jalan Kaki 5 Jam Seminggu: Rahasia Panjang Umur dan Bebas Kanker dari Harvard Terungkap!

Gas hidrogen sulfida yang berbau menyengat seperti telur busuk dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan jika terhirup dalam jumlah banyak. Sementara gas karbondioksida dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan sesak nafas, pusing, dan bahkan kematian jika terhirup dalam waktu lama. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lokasi mud volcano perlu berhati-hati dan menghindari area yang berpotensi terpapar gas beracun.

Namun, di balik potensi risiko yang ada, fenomena mud volcano juga dapat mendatangkan peluang besar bagi warga sekitar. Potensi ini dapat dimanfaatkan di sektor pariwisata dan industri kreatif, dengan menjadikan mud volcano sebagai objek wisata yang unik dan menarik.

Selain itu, lumpur pada mud volcano juga mengandung mineral berharga seperti litium, kaolinit, dan kalsit, serta mikroorganisme unik seperti bakteri halofilik. Kandungan ini menjadikan lumpur mud volcano sebagai bahan yang menjanjikan untuk berbagai aplikasi mulai dari industri hingga konservasi lingkungan.

Para ilmuwan geologi, biologi, dan lingkungan juga dapat memanfaatkan mud volcano sebagai objek penelitian yang menarik. Mereka dapat mempelajari komposisi kimia dan material yang terkandung dalam semburan lumpur panas untuk mendapatkan informasi berharga terkait proses-proses kerak bumi, potensi sumber daya alam, serta dampak terhadap lingkungan sekitar.

Beberapa komponen yang terkandung dalam lumpur panas juga berpotensi memiliki manfaat dalam industri atau aplikasi lainnya, seperti dalam bidang pertanian, energi, atau bahkan kesehatan.

Dengan demikian, fenomena mud volcano di Grobogan ini tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mengelola fenomena ini dengan bijak, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:
Koperasi Merah Putih Mangkrak: Miliar Rupiah Terbuang Sia-Sia?

Alasan perubahan: Mengembangkan berita dengan gaya bahasa yang lebih naratif dan menarik, menambahkan detail dan konteks untuk memperkaya informasi, serta menyoroti aspek risiko dan potensi dari fenomena mud volcano.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata