PROLOGMEDIA – Fokus dan konsentrasi adalah kebutuhan sehari-hari bagi banyak orang: pelajar yang butuh menyerap materi, pekerja kantoran yang menghadapi rapat panjang, atau wirausahawan yang harus merancang ide kreatif. Namun, di tengah kesibukan tersebut, otak kita tak bisa terus diandalkan tanpa “bahan bakar” yang tepat. Menariknya, (Gaya Hidup) menyajikan sejumlah makanan harian yang terbukti bisa meningkatkan fokus otak — bukan sekadar mitos, tetapi hasil dari penelitian dan pemahaman nutrisi modern.
Salah satu kelompok makanan yang sangat disorot adalah buah berry: mulai dari blueberry hingga stroberi. Buah-buahan kecil ini kaya akan flavonoid, sejenis antioksidan yang bisa menekan radikal bebas dan memperlancar aliran darah ke otak. Dengan suplai darah yang lebih baik, neuron mendapat oksigen dan nutrisi lebih efisien, sehingga proses berpikir menjadi lebih tajam dan konsisten.
Selain berry, CNN Indonesia juga menekankan pentingnya mengonsumsi buah dan sayuran berwarna-warni (“pelangi”). Warna-warni sayur dan buah ini bukan hanya menarik mata, tetapi juga menandakan kehadiran berbagai fitonutrien — misalnya beta-karoten pada wortel, lutein di sayuran hijau, dan antosianin di buah gelap — yang semuanya memiliki peran dalam menjaga kesehatan otak. Antioksidan di dalamnya dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang sering menjadi musuh produktivitas mental.
Tak kalah menarik, cokelat hitam juga berada di daftar makanan otak menurut CNN. Cokelat dengan kandungan kakao tinggi mengandung flavanol, senyawa yang bisa merangsang produksi oksida nitrat dalam tubuh, menyebabkan vasodilatasi (pembuluh darah melebar) dan aliran darah ke otak meningkat. Hasilnya: peningkatan kewaspadaan, mood yang lebih stabil, dan kemampuan kognitif yang bisa sedikit “didorong” dalam momen krusial seperti presentasi atau tugas berat.
Kelompok kacang-kacangan dan biji-bijian juga mendapat tempat khusus dalam daftar makanan fokus dari CNN. Kacang almond, kenari, biji chia, dan biji labu misalnya, kaya akan lemak sehat, vitamin E, dan mineral seperti magnesium — semua nutrisi ini penting bagi kesehatan neuron dan sinapsis. Selain itu, kacang juga mengandung protein nabati yang memberi tenaga bertahan lama, tanpa lonjakan gula darah yang bisa mengacaukan konsentrasi.
Asupan protein tanpa lemak juga disorot sangat penting. Daging tanpa lemak (ayam tanpa kulit, daging sapi rendah lemak), serta sumber protein nabati seperti tahu dan tempe, bisa memberi asupan asam amino esensial yang dibutuhkan otak untuk memproduksi neurotransmitter, misalnya dopamin dan asetilkolin, yang berperan besar dalam fungsi fokus dan kontrol atensi.
Tak hanya itu, makanan laut seperti ikan berlemak juga sering muncul dalam bahasan makanan penunjang kesehatan otak — termasuk dalam artikel lain CNN yang relevan. Ikan seperti salmon, tuna, atau kembung mengandung asam lemak omega-3 (terutama DHA) yang sangat penting untuk struktur sel otak, meningkatkan sinapsis, dan menjaga fluiditas membran neuron agar proses berpikir dan konsentrasi berjalan lebih optimal.
Sementara itu, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli muncul secara konsisten sebagai “pahlawan otak”. CNN pernah menyebut bahwa sayuran hijau menyediakan folat, vitamin K, dan antioksidan lain yang tidak hanya mendukung daya ingat, tetapi juga membantu menjaga konsentrasi dalam jangka panjang.
Alpukat menempati posisi penting dalam daftar fokus otak. Lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat tidak hanya menyehatkan jantung, tetapi juga membantu aliran darah ke otak dan stabilisasi glukosa darah. Kombinasi ini memungkinkan otak untuk memiliki pasokan energi konstan dan stabil, ideal untuk menjaga fokus dalam waktu lama.
Lebih jauh, CNN juga menyebut telur sebagai salah satu makanan favorit bagi otak. Telur kaya kolin — prekursor asetilkolin, neurotransmitter penting yang mengatur ingatan dan konsentrasi — serta vitamin B lainnya yang membantu metabolisme energi otak.
Baca Juga:
Cabai dari Aceh Tuai Keluhan Pedagang Jakarta, Dinilai Kurang Layak Jual
Untuk menjaga kestabilan mental dan konsentrasi, minuman pun ikut diperhitungkan. Dalam artikel minuman CNN, disebutkan teh hijau, kopi, bahkan kombucha sebagai pilihan yang bisa membantu menjaga kewaspadaan. Kafein dalam kopi dan teh bisa memberi lonjakan fokus jangka pendek, sementara antioksidan dalam kombucha mungkin mendukung kesehatan neuron secara lebih holistik.
Lalu, mengapa semua “makanan fokus” ini bekerja? Berdasarkan ulasan para ahli gizi dan neurolog, kuncinya adalah kombinasi antioksidan, lemak sehat, dan protein berkualitas. Antioksidan membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, lemak sehat (seperti omega-3 atau lemak tak jenuh tunggal) mendukung struktur membran sel otak, dan protein esensial menyediakan bahan dasar bagi neurotransmitter. Kombinasi ini menciptakan landasan nutrisi ideal bagi otak agar bisa bekerja optimal, terutama di masa tekanan tinggi ketika konsentrasi sangat dibutuhkan.
Dari sudut gaya hidup, penting pula untuk tidak menafikan peran pola makan seimbang dan reguler. Meskipun mengonsumsi “makanan fokus” bisa membantu, tetapi jika disertai pola makan buruk — misalnya sering makan makanan olahan tinggi gula dan lemak jenuh — manfaatnya bisa berkurang. Karena itu, ahli menyarankan untuk mengintegrasikan makanan-makanan pendukung fokus ini ke dalam pola makan sehari-hari, bukan hanya sesekali sebagai “makanan otak”.
Bagi banyak orang, mengubah kebiasaan makan mungkin terasa sulit di awal. Namun, langkah-langkah praktis bisa diterapkan: sarapan dengan oatmeal atau telur, membuat salad buah beri sebagai camilan, menambahkan kacang atau biji ke dalam smoothie, atau mengganti camilan manis dengan segenggam kenari. Untuk makan siang atau malam, bisa memilih ikan, ayam tanpa lemak, atau tumisan sayuran pelangi.
Selain itu, minuman seperti teh hijau atau kopi bisa menjadi pendukung konsentrasi di pagi atau tengah hari — tetapi tidak berlebihan, karena konsumsi kafein yang ekstrem justru bisa menurunkan manfaat kognitif dan mengganggu tidur. Kesadaran terhadap porsi juga sangat penting.
Tidak kalah penting: hidrasi. Otak sangat sensitif terhadap dehidrasi meski ringan; kehilangan air bisa langsung berdampak pada kemampuan berpikir dan fokus. Maka, selain makanan padat, tidak boleh lupa konsumsi air putih secara cukup sepanjang hari.
Menariknya, daftar makanan fokus ini juga sejalan dengan prinsip pola makan sehat yang ramah jantung dan otak. Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan dan lemak sehat tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir, tetapi juga menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif di masa depan. Maka, pilihan makanan baik untuk fokus sesaat bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan otak kita.
Secara sosial, pemahaman tentang “brain foods” seperti ini juga semakin penting di dunia modern. Orang tua bisa menerapkannya dalam menu anak untuk mendukung konsentrasi belajar; para pekerja bisa menyesuaikannya untuk produktivitas; dan mereka yang lanjut usia bisa memanfaatkannya untuk menjaga ketajaman pikiran. Dengan begitu, nutrisi otak tidak hanya menjadi isu kesehatan pribadi, tetapi bagian dari strategi preventif untuk generasi mendatang.
Kesimpulannya, fokus bukan hanya soal tidur cukup, manajemen stres, atau latihan mental — apa yang kita makan setiap hari juga sangat menentukan kualitas atensi dan kinerja otak. Makanan seperti buah berry, sayuran pelangi, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, dan minuman seperti teh hijau atau kopi, menawarkan kombinasi nutrisi yang tepat untuk menjaga otak tetap aktif dan terjaga. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan memilih “makanan fokus” secara bijak, kita memberi otak bahan bakar terbaik untuk menghadapi tantangan
Baca Juga:
Brigjen Pol Fadillah Tinjau Kesiapan Dua Stasiun di Jakarta Jelang Libur Nataru 2025
harian dan bekerja dengan maksimal.









