Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 5 Des 2025 09:53 WIB

Doyan Makan Telur Bikin Kolesterol Tinggi? Begini Fakta Terbarunya


 Doyan Makan Telur Bikin Kolesterol Tinggi? Begini Fakta Terbarunya Perbesar

PROLOGMEDIA – Dulu banyak orang meyakini bahwa suka makan telur sama dengan mengundang kolesterol tinggi. Namun belakangan, pandangan itu mulai berubah — riset terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara konsumsi telur dan kolesterol darah tidak sesederhana yang dulu diyakini.

 

Telur memang mengandung kolesterol — kuning telur saja sudah punya sekitar 186 miligram kolesterol. Karena itulah selama puluhan tahun telur kerap “disalahkan” sebagai penyebab kolesterol tinggi. Tapi seiring berkembangnya ilmu gizi dan penelitian, para ahli mulai melihat bahwa kolesterol dalam makanan tidak selalu berbanding lurus dengan kolesterol dalam darah.

 

Sebuah penelitian terbaru, yang dipublikasikan pada 2025 di The American Journal of Clinical Nutrition, memeriksa secara cermat dua faktor yang sering dicampur dalam diskusi kolesterol: kolesterol makanan (dari telur) vs. lemak jenuh. Studi ini melibatkan 61 orang dewasa yang mengonsumsi tiga pola makan berbeda secara acak selama lima minggu — satu pola dengan dua telur per hari tetapi rendah lemak jenuh, satu pola tanpa telur tetapi tinggi lemak jenuh, dan satu pola kontrol dengan asupan lemak serta kolesterol tinggi. Hasilnya: mereka yang makan dua telur per hari dalam diet rendah lemak jenuh justru menunjukkan penurunan tingkat LDL (kolesterol jahat), sementara peningkatan LDL lebih berkaitan dengan asupan lemak jenuh, bukan kolesterol dari telur.

 

Dengan kata lain: faktor yang lebih kuat mempengaruhi kolesterol darah bukanlah kadar kolesterol dalam makanan, melainkan seberapa banyak lemak jenuh (misalnya dari daging merah, mentega, atau makanan olahan) yang Anda konsumsi.

 

Baca Juga:
Kopi Arabika Ijen Bangkit, PTPN Siapkan Produk Premium untuk Menembus Pasar Global

Sebelumnya, ada konsensus luas bahwa pola makan dengan telur setiap hari bisa sedikit menaikkan kolesterol darah — tetapi peningkatannya kecil dan kadang diimbangi dengan kenaikan HDL (kolesterol baik), sehingga tidak selalu berdampak buruk bagi jantung. Bahkan, beberapa penelitian yang lebih lama pun menunjukkan bahwa konsumsi telur sedang (misalnya satu butir per hari) tidak berasosiasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada orang sehat.

 

Di samping itu, telur punya banyak nilai gizi. Mereka kaya protein berkualitas tinggi, vitamin dan mineral (seperti vitamin B, D, selenium), serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin — zat yang penting untuk kesehatan mata dan fungsi metabolik. Putih telur, khususnya, hampir tidak mengandung kolesterol, namun tetap menyediakan protein murni — sehingga bagi yang khawatir kolesterol, putih telur bisa jadi alternatif.

 

Yang juga penting: bukan hanya soal telur itu sendiri, tetapi bagaimana Anda mengonsumsinya. Telur yang direbus atau dipanggang lebih baik daripada telur digoreng dengan mentega atau minyak banyak, atau disandingkan dengan makanan berlemak dan olahan seperti sosis, daging olahan, mentega, atau keju. Karena makanan pendamping ini — yang kaya lemak jenuh dan garam — seringkali lebih berdampak negatif daripada telur itu sendiri.

 

Bagi sebagian orang dengan kondisi khusus — misalnya mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau kadar LDL sangat tinggi — tetap ada baiknya mengatur asupan dengan lebih hati-hati. Organisasi kesehatan di beberapa negara merekomendasikan membatasi konsumsi telur, terutama kuning telur, dalam konteks keseluruhan pola makan dan gaya hidup.

 

Baca Juga:
China Borong Arwana Indonesia, Nilainya Tembus Jutaan Dolar

Jadi, kesimpulannya: anggapan bahwa makan telur otomatis bikin kolesterol tinggi kini mulai ditinggalkan oleh banyak ahli. Telur tidak seburuk reputasinya dulu — asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar, dengan metode memasak sehat, dan sebagai bagian dari diet seimbang rendah lemak jenuh. Yang jauh lebih menentukan kesehatan jantung adalah pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan seperti telur saja.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan