Menu

Mode Gelap

Berita · 1 Des 2025 16:15 WIB

Dua Tahun Hidup dalam Gelap, Ni Wayan Akhirnya Menikmati Cahaya dari Program Listrik Gratis


 Dua Tahun Hidup dalam Gelap, Ni Wayan Akhirnya Menikmati Cahaya dari Program Listrik Gratis Perbesar

PROLOGMEDIA – Malam itu di Desa Tangkura, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso — Sulawesi Tengah — rumah kayu sederhana milik Ni Wayan Jarniti diterangi cahaya untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Selama itu, ia hidup sendiri di tengah kebun kecil, menatap gelap pada malam hari sambil mengandalkan pelita minyak demi menyalakan secercah harapan: suatu hari rumahnya bisa benar-betul terang — dengan listrik.

 

Impian itu akhirnya terwujud, berkat program sosial PT PLN (Persero) bernama “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”. Program ini memberi sambungan listrik secara gratis kepada keluarga-keluarga kurang mampu, dan Ni Wayan termasuk di antara 20 keluarga di Kabupaten Poso yang mendapat manfaat. Malam ketika saklar pertama dinyalakan, dinding kayu rumah sederhana itu memantulkan sinar lampu, menandai akhir dari kegelapan yang telah lama menghampiri.

 

Dalam emosinya, Ni Wayan tak mampu menyembunyikan rasa syukur. “Saya sangat berterima kasih kepada PLN karena setelah dua tahun rumah kami gelap tanpa listrik, hari ini akhirnya bisa terang,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Baginya, bantuan itu bukan sekadar soal terang di malam hari — melainkan harapan baru, kenyamanan, dan kebebasan untuk menjalani hidup lebih baik.

 

Namun kisah ini bukan hanya milik satu orang. Di seluruh Sulawesi Tengah, total 62 keluarga tidak mampu menerima sambungan listrik gratis melalui program yang diselenggarakan memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.

 

Inisiatif “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” muncul dari semangat gotong royong insan PLN — sebuah penggalan niat baik untuk menghadirkan pemerataan akses energi. Dalam pernyataannya, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyampaikan bahwa listrik bukan sekadar penerangan semata. “Setiap cahaya yang kami nyalakan adalah langkah kecil menuju perubahan besar,” ujarnya, menegaskan bahwa akses listrik menjadi fondasi bagi kemajuan dan kesejahteraan.

Baca Juga:
10 Buah Paling Tinggi Serat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

 

Menurut Rizal, kehadiran listrik di rumah-rumah warga miskin membuka pintu peluang: rumah jadi lebih layak, kegiatan sehari-hari jauh lebih mudah, dan masa depan terasa lebih terbuka. Di sisi lain, General Manager Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan komitmen PLN untuk memastikan tidak ada satu pun masyarakat di wilayah ini tertinggal dari akses listrik. Bagi mereka, memastikan setiap rumah bisa menyala adalah realisasi nyata dari tanggung jawab sosial dan pemerataan energi.

 

Bagi Ni Wayan, cahaya itu lebih dari sekadar terang. Setelah bertahun-tahun hidup dengan pelita minyak, kini malam-malamnya akan dipenuhi kehangatan dan rasa aman. Lampu yang menyala membawa harapan nyata — harapan bahwa kehidupannya bisa berubah, bahwa kesendirian di tengah kebun tak lagi menyisakan kelam, bahwa mimpi untuk punya rumah layak dan kehidupan lebih baik bisa dicapai.

 

Bantuan ini juga menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih luas. Ketika rumah-rumah sederhana di pelosok negeri mendapatkan listrik, itu berarti masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yang akan belajar di bawah cahaya lampu, bagi usaha kecil yang bisa dijalankan dengan lebih mudah, bagi keluarga yang bisa menjalani malam dengan tenang dan aman.

 

Dengan setiap meteran yang dipasang, PLN tidak hanya mengalirkan listrik — tetapi juga harapan. Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” menjadi bukti bahwa, melalui solidaritas dan komitmen, kita bisa mengubah kegelapan menjadi terang, ketidakpastian menjadi keyakinan, dan keterbatasan menjadi kesempatan.

 

Baca Juga:
Diduga Kerap Melakukan Kekerasan dan Pelecehan Seksual, SB Ditangkap Satreskrim Polres Serang

Kini, bagi Ni Wayan dan keluarga lain yang menerima bantuan, lampu bukan sekadar bohlam yang menyala — ia adalah simbol harapan, kemerdekaan dari gelap, dan awal dari sebuah perubahan nyata.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita