PROLOGMEDIA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten berlangsung khidmat dan penuh semangat di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang. Momen tahunan ini kembali menjadi ruang refleksi bagi para aparatur untuk meneguhkan kembali jati diri sebagai pelayan publik sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni hadir sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan kuat mengenai perlunya memperkokoh soliditas, integritas, serta profesionalisme seluruh Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan roda pemerintahan.
Sejak awal amanatnya, ia menegaskan bahwa HUT Korpri bukan sekadar perayaan simbolis yang diselenggarakan rutin setiap tahun, tetapi juga momentum penting untuk menguatkan komitmen pengabdian ASN terhadap bangsa. Ia mengingatkan kembali alasan berdirinya Korpri sebagai organisasi yang mempersatukan aparatur dari berbagai sektor pemerintahan. Menurutnya, nilai kebersamaan itulah yang selama ini menjadi fondasi kokoh bagi ASN dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik dan memastikan pembangunan berjalan sesuai arah. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah mendedikasikan tenaga, waktu, dan pikiran demi kepentingan masyarakat luas, terutama pada masa-masa penuh tantangan ketika perubahan kebijakan dan dinamika sosial menuntut adaptasi cepat dari aparatur pemerintahan.
Tema yang diusung pada peringatan tahun ini, yaitu Bersatu Berdaulat Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju, disebutnya sangat relevan dengan kondisi birokrasi saat ini. Ia mengajak setiap anggota Korpri menjadikan tema tersebut sebagai pengingat bahwa kolaborasi dan kekompakan merupakan kekuatan utama. Dalam pandangan Gubernur, etika kerja juga tidak boleh diabaikan. Harmonisasi internal, disiplin, dan sikap saling mendukung diperlukan agar program pembangunan berjalan sesuai target serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat Banten.
Selain menyoroti pentingnya soliditas, Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada tuntutan transformasi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang harus segera diselaraskan dengan proses kerja birokrasi. Ia menegaskan bahwa ASN perlu mengubah pola pikir konvensional dan mulai menerapkan cara kerja yang lebih cepat, adaptif, dan inovatif. Era digital memaksa aparatur untuk semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan sistem yang terintegrasi, transparan, dan mudah diakses.
Dalam penjelasannya, Gubernur menyampaikan bahwa transformasi digital bukan hanya menyangkut penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja di internal pemerintahan. Ia menginginkan Korpri menjadi penggerak utama perubahan tersebut. Menurutnya, birokrasi yang modern harus mampu menyediakan layanan publik yang efisien, minim hambatan, dan mengedepankan kemudahan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kemampuan dalam memahami sistem digital, mempercepat proses penyederhanaan layanan, serta memastikan bahwa setiap inovasi yang dilakukan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Gubernur Andra Soni juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah harus digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Seluruh program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diminta fokus pada upaya memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran merupakan bagian dari pertanggungjawaban moral dan administratif yang harus dijunjung tinggi oleh setiap ASN. Selaras dengan agenda nasional, ia mendorong agar visi pembangunan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dapat diterjemahkan dalam kebijakan daerah yang konkret serta dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat.
Baca Juga:
Camping di Cianjur: 5 Surga Tersembunyi untuk Healing di Alam Jawa Barat
Gubernur juga menyerukan agar seluruh anggota Korpri berada dalam kondisi siap siaga menghadapi berbagai tantangan. Ia memperkenalkan konsep “Korpri Siaga” yang berisi delapan tekad kesiapsiagaan aparatur, mulai dari menjaga persatuan, memastikan netralitas, meningkatkan profesionalisme, menguatkan kejujuran, hingga berperan aktif dalam pengawalan reformasi birokrasi. Menurutnya, komitmen ini penting agar ASN mampu menghadapi perubahan lingkungan strategis dan tetap fokus menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Ia kembali menekankan bahwa tidak ada pilihan lain selain membangun kekompakan, menjaga integritas, dan terus mendorong inovasi untuk kemajuan daerah.
Setelah penyampaian amanat, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemberian berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan prestasi aparatur, pelajar, maupun perangkat daerah. Penghargaan purna tugas diberikan kepada tiga pejabat tinggi yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya. Kehadiran para pejabat yang memasuki masa pensiun tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan panjang mereka dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di Provinsi Banten.
Acara juga disemarakkan dengan penyerahan penghargaan kepada para atlet Korpri yang berhasil meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional XVII di Palembang. Keberhasilan mereka tidak hanya mengharumkan nama Provinsi Banten, tetapi juga menunjukkan bahwa anggota Korpri mampu berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk olahraga. Selain itu, Pemerintah Provinsi memberikan Piagam Duta Korpri kepada sejumlah perangkat daerah yang dinilai mampu menjalankan budaya kerja secara konsisten dan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Penghargaan Budaya Kerja Award diberikan kepada tiga perangkat daerah dengan kinerja terbaik, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Badan Kepegawaian Daerah. Ketiganya dianggap mampu mengimplementasikan prinsip efisiensi, transparansi, dan inovasi dalam menjalankan tugas-tugas strategis. Tidak hanya itu, penghargaan lain juga dibagikan kepada pemenang lomba video pembelajaran tingkat SMA/SMK/SKH yang bertujuan menumbuhkan kreativitas pelajar dalam memanfaatkan teknologi digital untuk penyampaian materi edukatif.
Berbagai kategori penghargaan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik pun menjadi bagian dari rangkaian acara, meliputi Inovasi Terbaik, Inovasi Berkinerja Terbaik, Penerapan Terbaik, hingga Perangkat Daerah Terinovatif. Kompetisi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menggali ide-ide kreatif yang dapat membantu mempercepat peningkatan layanan publik di berbagai sektor.
Baca Juga:
Revolusi Kopi Lokal: Integrasi AI Dongkrak Kualitas & Konsistensi Rasa di Jakarta Coffee Week 2025
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Sekretaris Daerah bersama 12 pimpinan perangkat daerah menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Penandatanganan itu juga menegaskan dukungan terhadap program nasional Monitoring Center for Prevention dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadi acuan dalam upaya mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Dengan komitmen tersebut, diharapkan ASN Banten mampu membangun budaya kerja yang semakin berintegritas, berorientasi pelayanan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berdaya saing.









