Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Nov 2025 13:19 WIB

Gus Yahya Sungkem ke Sinta Wahid: Momen Haru Usai Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional!


 Gus Yahya Sungkem ke Sinta Wahid: Momen Haru Usai Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional! Perbesar

JAKARTA – Di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 10 November 2025, sebuah momen mengharukan terekam kamera. Usai Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, menunjukkan penghormatan mendalam kepada istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

DetikNews melaporkan, momen tersebut terjadi usai seremonial resmi penganugerahan. Prabowo menyalami satu per satu keluarga dari sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, termasuk Sinta Wahid, mewakili almarhum Gus Dur. Setelah Prabowo, para menteri dan tokoh-tokoh penting lainnya turut memberikan ucapan selamat dan penghormatan kepada keluarga para pahlawan.

Di tengah suasana khidmat itu, Gus Yahya mendekati Sinta Wahid yang duduk di kursi roda. Dengan penuh takzim, Gus Yahya bersimpuh di hadapan Sinta, mencium tangannya sebagai tanda hormat. Gestur ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan cerminan dari kedekatan emosional dan spiritual antara Gus Yahya dan keluarga Gus Dur.

Tak hanya Gus Yahya, Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, juga turut melakukan sungkem kepada Sinta Wahid. Gus Ipul, yang juga merupakan tokoh penting di NU, tampak berbincang ringan dengan Sinta, menunjukkan keakraban dan dukungan kepada keluarga Gus Dur.

Momen sungkem ini menjadi simbol penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia. Gus Dur, sebagai tokoh yang sangat dihormati di NU dan diakui sebagai Bapak Pluralisme Indonesia, telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur adalah bentuk pengakuan negara atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Gus Yahya, sebagai penerus kepemimpinan NU, menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur dalam menjaga nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan keadilan sosial. Sungkem kepada Sinta Wahid adalah simbol dukungan dan penghormatan Gus Yahya kepada keluarga Gus Dur, serta tekadnya untuk terus menjalin silaturahmi dan kerja sama dengan keluarga Gus Dur dalam memajukan NU dan Indonesia.

Selain Gus Dur, sembilan tokoh lainnya juga dianugerahi gelar pahlawan nasional pada hari yang sama. Mereka adalah:

1. Almarhum Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)

2. Almarhumah Marsinah (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)

3. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Tokoh Jawa Barat Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)

4. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Tokoh Sumatera Barat Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)

5. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Tokoh Jawa Tengah Bidang Perjuangan Bersenjata)

Baca Juga:
Rahasia Panjang Umur ala Warga Jepang: 4 Kebiasaan Sehari-hari yang Mudah Ditiru

6. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Tokoh NTB Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)

7. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Tokoh Jawa Timur Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)

8. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Tokoh Sumatera Utara Bidang Perjuangan Bersenjata)

9. Almarhum Zainal Abidin Syah (Tokoh Maluku Utara Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi)

Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh ini merupakan momentum penting untuk mengenang jasa-jasa mereka dan meneladani semangat perjuangan mereka dalam membangun Indonesia. Setiap tokoh memiliki latar belakang dan bidang perjuangan yang berbeda-beda, namun mereka semua memiliki satu kesamaan: cinta yang mendalam kepada bangsa dan negara.

Marsinah, misalnya, adalah simbol perjuangan buruh perempuan yang gigih memperjuangkan hak-haknya. Mochtar Kusumaatmadja adalah tokoh hukum yang berjasa dalam merumuskan konsep Wawasan Nusantara yang menjadi landasan geopolitik Indonesia. Rahmah El Yunusiyyah adalah pelopor pendidikan Islam bagi perempuan yang telah membuka jalan bagi emansipasi perempuan di Indonesia.

Sarwo Edhie Wibowo adalah tokoh militer yang berjasa dalam menumpas gerakan komunis di Indonesia. Sultan Muhammad Salahuddin adalah tokoh pendidikan dan diplomasi yang telah membawa kemajuan bagi Nusa Tenggara Barat. Syaikhona Muhammad Kholil adalah tokoh ulama yang telah melahirkan banyak tokoh-tokoh penting NU dan Indonesia.

Tuan Rondahaim Saragih adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang telah berjuang melawan penjajah Belanda di Sumatera Utara. Zainal Abidin Syah adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang telah berjuang melawan penjajah Belanda di Maluku Utara.

Kesepuluh tokoh ini adalah contoh nyata dari keberagaman Indonesia yang kaya akan potensi dan sumber daya manusia. Mereka adalah pahlawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada mereka adalah bentuk penghormatan dan penghargaan yang setimpal atas jasa-jasa mereka.

Momen sungkem Gus Yahya dan Gus Ipul kepada Sinta Wahid menjadi penutup yang manis dalam acara penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur. Momen ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga silaturahmi, menghormati jasa-jasa para pahlawan, dan melanjutkan perjuangan mereka dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Semangat perjuangan para pahlawan nasional harus terus kita kobarkan dalam diri kita masing-masing. Kita harus terus bekerja keras, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghormati keberagaman yang menjadi kekuatan kita sebagai bangsa.

Baca Juga:
Kebangkitan Dramatis Sumur LD-10: Enam Tahun Mati, Kini Meledak Produksi Ribuan Barel per Hari

Dengan semangat persatuan dan kerja keras, kita dapat mewujudkan cita-cita para pahlawan untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan beradab. Kita harus terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita