Menu

Mode Gelap

Blog · 22 Nov 2025 19:11 WIB

Hindari Risiko Berbahaya saat Mengisi Bensin di SPBU: Ini Hal-Hal yang Harus Diwaspadai Pengendara


 Hindari Risiko Berbahaya saat Mengisi Bensin di SPBU: Ini Hal-Hal yang Harus Diwaspadai Pengendara Perbesar

PROLOGMEDIA

Setiap kali berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar, kebanyakan pengendara hanya fokus pada seberapa banyak liter bensin yang masuk ke dalam tangki. Namun, di balik aktivitas sehari-hari ini, tersembunyi sejumlah risiko yang sering diabaikan. Meski tampak sepele, kesalahan kecil saat mengisi BBM bisa berakibat fatal — mulai dari kebakaran hingga kerusakan mesin kendaraan.

 

Salah satu bahaya paling serius adalah potensi kebakaran. Uap bensin yang keluar selama pengisian bisa sangat mudah terbakar, terutama jika ada sumber panas atau percikan. Praktik-praktik yang dianggap “sepele” seperti tetap menyalakan mesin, menggunakan ponsel, atau bahkan menggoyang-goyangkan mobil bisa memicu insiden yang tidak diinginkan. Menurut pakar otomotif, ketika mesin mobil tidak dimatikan saat isi bensin, kabel kelistrikan yang rusak atau bocor bisa memicu percikan api, yang kemudian menyulut uap bahan bakar.

 

Larangan menggunakan ponsel di area dispenser bukan tanpa alasan. Meski sinyal ponsel tidak selalu menghasilkan api, ada potensi listrik statis yang terbentuk dan memicu percikan ringan ketika bertemu uap bensin. Pakar keselamatan mengingatkan untuk menjaga ponsel dari mulut tangki dan menjauhi area pengisian setiap kali mengisi BBM.

 

Aktivitas lain yang kerap dianggap biasa adalah menggoyangkan mobil saat nozzle masih menempel di tangki. Banyak pengemudi percaya bahwa menggoyang mobil dapat membantu “menarik” lebih banyak bensin masuk. Padahal, hal ini bisa membawa dampak negatif serius: selain membuat bensin meluber, uap yang dihasilkan bisa menembus sistem EVAP (Evaporative Emission Control System) kendaraan. Sistem ini dirancang untuk menangkap uap bensin agar tidak bocor ke udara. Kalau bensin cair sampai masuk ke sistem EVAP, fungsinya bisa terganggu dan bahkan rusak. Selain itu, tumpahan bensin yang meluber juga berbahaya karena menciptakan risiko kebakaran dan kontaminasi lingkungan.

 

Ada juga mitos berbahaya: mengisi bensin sambil meninggalkan pintu mobil terbuka. Sebuah video viral pernah menunjukkan kejadian ledakan di dalam mobil ketika sedang mengisi bensin dengan pintu terbuka. Banyak yang menyalahkan kondisi pintu, padahal pakar dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa sumber bahaya paling mungkin datang dari aktivitas di dalam mobil — seperti menyalakan korek atau merokok. Saat bensin dituangkan, uap yang menguap dari tangki bisa terbawa angin dan masuk ke kabin melalui celah pintu atau kaca terbuka. Jika di dalam ada sumber panas, campuran udara dan uap bensin dapat memicu ledakan kecil atau percikan api.

 

Di sisi lain, menjaga jarak yang aman saat mengisi BBM juga sangat penting. Di area dispenser SPBU, menjaga jarak minimal dari kendaraan lain memberi ruang lebih bila terjadi insiden. Jika suatu saat terjadi kebakaran mendadak, area yang lebih lega bisa memungkinkan evakuasi lebih cepat dan aman. Selain itu, kecepatan kendaraan saat memasuki SPBU pun harus dijaga rendah — idealnya di bawah 10 km/jam — untuk menghindari kecelakaan atau insiden tak terduga saat berada di area pom bensin.

 

Baca Juga:
Inovasi Beras Presokazi: Terobosan UGM untuk Perbaikan Gizi Anak dan Ibu Hamil

Tidak kalah penting, pengendara disarankan untuk selalu menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam mobil. Meskipun SPBU umumnya sudah punya alat pemadam api, memiliki APAR sendiri memberikan lapisan keamanan tambahan. Dalam situasi darurat, APAR bisa jadi pertolongan pertama untuk memadamkan api kecil sebelum menjadi besar.

 

Kondisi mobil itu sendiri juga sangat menentukan risiko saat isi bensin. Mobil dengan kabel busi yang bocor, isolasi kelistrikan yang rusak, atau sistem pengapian yang sudah usang sangat rentan memicu percikan saat pengisian. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk rutin melakukan servis dan pemeriksaan berkala ke bengkel resmi. Servis berkala tak hanya menjaga performa mobil, tapi juga mengurangi potensi kebakaran akibat kelistrikan yang bermasalah.

 

Selain bahaya kebakaran, ada juga risiko teknis yang bisa muncul setelah isi bensin. Misalnya, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin bisa merusak komponen internal kendaraan. Pakar otomotif pernah menekankan bahwa mengisi bensin dengan oktan atau jenis yang tidak dianjurkan oleh produsen mobil dapat menyebabkan miskomplasi mesin seperti knock, endapan karbon, hingga kerusakan sistem injeksi atau pompa bahan bakar. Dalam kasus ekstrem, komponen seperti ring piston, silinder, atau pompa bahan bakar bisa rusak jika bensin berkualitas rendah atau tercampur zat asing.

 

Lebih jauh lagi, bukan tidak mungkin BBM yang dijual di SPBU telah tercampur dengan kontaminan seperti air. Beberapa pengendara pernah melaporkan bahwa setelah mengisi, mesin kendaraan menjadi brebet atau bahkan mogok karena bensin tercampur air. Paket bensin tercemar ini bisa merusak filter bahan bakar, injektor, atau sistem pembakaran, dan dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan serius yang memerlukan biaya perbaikan cukup besar.

 

Dengan semua potensi bahaya ini, pengemudi dan pemilik kendaraan sangat perlu waspada setiap kali mengisi BBM di SPBU. Langkah-langkah pencegahan dasar seperti mematikan mesin, menjauhkan ponsel, menjaga jarak aman, tidak menggoyang mobil, dan rutin servis mobil bisa membuat pengisian bensin menjadi jauh lebih aman. Bahkan dalam kondisi terbaik sekalipun, kesadaran dan kehati-hatian dari pengguna adalah garis pertahanan pertama untuk menghindari insiden berbahaya.

 

Kesimpulannya, meskipun mengisi bensin di SPBU adalah rutinitas yang tampak sederhana, tidak boleh dianggap remeh. Uap bensin yang mudah menguap, potensi listrik statis, dan kebiasaan pengendara yang kurang aman bisa menjadi kombinasi berbahaya. Sementara itu, kualitas bahan bakar juga bisa berdampak besar pada kesehatan mesin. Mengabaikan aspek keselamatan saat isi bensin sama dengan mempertaruhkan nyawa dan kerusakan kendaraan.

 

Baca Juga:
Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Rekonsiliasi Sejarah atau Penghargaan Kontroversial?

Dengan semakin padatnya lalu lintas dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi, edukasi soal bahaya mengisi bensin perlu terus digalakkan. Pemerintah, operator SPBU, dan para pengendara harus bekerja sama agar SOP pengisian BBM di lapangan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan. Keselamatan bukan hanya urusan petugas pom bensin — semua pengguna kendaraan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

7 Cara Efektif Mengusir Laron yang Sering Muncul Usai Hujan di Rumah

22 Desember 2025 - 22:42 WIB

Trending di Blog