Menu

Mode Gelap

Kuliner · 14 Des 2025 20:40 WIB

Italia Dinobatkan sebagai Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia, Indonesia Tembus 10 Besar


 Italia Dinobatkan sebagai Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia, Indonesia Tembus 10 Besar Perbesar

PROLOGMEDIA – Majalah kuliner internasional TasteAtlas kembali mengguncang dunia gastronomi global dengan publikasi terbaru mereka yang memetakan kekayaan kuliner seluruh dunia. Tahun ini, dalam daftar “100 Best Cuisines in the World 2025/2026”, Italia berhasil merebut posisi puncak sebagai negara dengan kuliner terbaik di dunia, mengalahkan ratusan negara lain yang juga dikenal dengan tradisi kuliner yang kuat dan khas. Di sisi lain, Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia dengan menembus peringkat sepuluh besar, menjadikan kuliner Nusantara diakui sebagai salah satu yang terbaik di bumi.

 

Kemenangan Italia dalam pemeringkatan TasteAtlas bukanlah kebetulan semata. Negara yang dikenal dengan pizza, pasta, gelato, dan ragam keju legendaris ini memang telah lama menjadi magnet kuliner dunia. Dalam banyak survei global dan penilaian pecinta kuliner internasional, masakan Italia konsisten berada di posisi teratas berkat kombinasi cita rasa yang sederhana namun kaya, penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi, serta tradisi memasak yang terjaga turun-temurun. Keberhasilan ini mencerminkan bagaimana kuliner Italia tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya yang kuat.

 

Penghitungan TasteAtlas memperhitungkan ratusan ribu ulasan valid dari para penikmat makanan di seluruh dunia yang memberikan skor terhadap hampir 19.000 hidangan tradisional dari berbagai belahan globe. Skor rata-rata yang digunakan untuk menentukan peringkat ini mencerminkan popularitas, cita rasa, keaslian, serta keterlibatan masyarakat dalam mempertahankan tradisi kuliner tersebut. Dari data itu, Italia berhasil mengungguli negara lain dan meraih nilai tertinggi secara keseluruhan.

 

Kejayaan Italia di dunia gastronomi diperkuat oleh gelar istimewa yang baru saja diraih dari UNESCO — organisasi dunia yang bertugas melindungi warisan budaya dan tradisi masyarakat global. Belum lama ini, UNESCO resmi mengakui keseluruhan tradisi kuliner Italia sebagai “Intangible Cultural Heritage of Humanity”, sebuah pengakuan yang historis karena ini adalah pertama kalinya seluruh masakan nasional sebuah negara diakui sebagai warisan budaya takbenda. Dengan demikian, mulai dari ritual makan bersama keluarga di hari Minggu hingga resep-resep klasik seperti risotto dan ragù kini mendapat pencatatan resmi sebagai bagian tak terpisahkan dari akar budaya Italia.

 

Pengakuan UNESCO tersebut bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang kehidupan sosial dan budaya yang mengitarinya. Tradisi memasak yang diajarkan oleh para nenek kepada cucu-cucunya, pasar makanan lokal yang menampilkan bahan-bahan segar setiap hari, hingga perayaan komunitas di berbagai kota kecil dan besar di Italia — semuanya dianggap sebagai bagian dari praktik budaya yang patut dilindungi. Hal ini menggarisbawahi betapa pentingnya kuliner dalam kehidupan masyarakat Italia, juga bagaimana makanan menjadi media ekspresi budaya dan identitas yang berharga.

 

Baca Juga:
Tol Serang–Panimbang: Akses Baru yang Mengerek Sport Tourism & Pariwisata Banten

Di lain pihak, pencapaian Indonesia juga menjadi kabar yang membanggakan. Indonesia menempati peringkat ke-10 dalam daftar kuliner terbaik dunia versi TasteAtlas 2025/2026, sebuah capaian yang mengejutkan banyak pengamat kuliner dan sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang layak diperhitungkan di panggung global. Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan peringkat kuliner terbaik di Asia Tenggara, mengungguli negara-negara tetangga yang juga dikenal kaya akan tradisi kuliner.

 

Prestasi ini merupakan buah dari keragaman kuliner Nusantara yang luar biasa. Indonesia memiliki ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, dan setiap daerahnya punya tradisi memasak yang unik. Dari rendang padang yang empuk dan penuh rempah, nasi goreng yang kaya cita rasa, sate yang menggoda, hingga soto Betawi yang hangat dan beraroma kuat — semua menyumbang pada skor tinggi yang membuat Indonesia masuk daftar 10 besar. Beberapa hidangan Nusantara bahkan mendapatkan pengakuan individu di daftar hidangan terbaik dunia, seperti sate kambing yang menembus peringkat 10 besar hidangan terenak versi TasteAtlas, menunjukkan bahwa cita rasa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia.

 

Keberhasilan Indonesia ini juga mencerminkan peningkatan perhatian global terhadap kuliner Asia Tenggara secara umum. Dalam beberapa tahun terakhir, masakan dari negara-negara di kawasan ini semakin dilirik oleh wisatawan dan pecinta kuliner internasional karena kombinasi rempah, teknik memasak tradisional, dan pengalaman budaya yang ditawarkan. Namun, pencapaian Indonesia dalam memadukan berbagai warisan kuliner lokal menjadi suatu paket yang mampu bersaing dengan tradisi kuliner dari Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang sudah lebih dulu dikenal luas.

 

Dampak dari peringkat ini dirasakan tidak hanya di kalangan pelaku industri kuliner, tetapi juga di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Banyak pengusaha restoran, terutama yang memadukan cita rasa lokal dengan sentuhan modern, melaporkan peningkatan minat dari pengunjung asing. Hal ini juga menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk memperluas pasar mereka, baik melalui ekspor produk makanan khas atau melalui platform digital yang menjangkau pelanggan di luar negeri. Pemerintah dan sejumlah asosiasi industri kuliner pun mulai menggencarkan promosi kuliner Nusantara di berbagai ajang internasional untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

 

Tentu saja, peringkat global seperti ini bukanlah ukuran mutlak dari kualitas sebuah masakan atau tradisi kuliner. Selera makan bersifat subjektif, dan tiap orang memiliki preferensi berbeda berdasarkan pengalaman, budaya, dan kenangan pribadi mereka terhadap makanan tertentu. Namun, daftar yang dirilis oleh TasteAtlas ini memberikan gambaran luas tentang bagaimana jutaan pengguna dan pakar kuliner di seluruh dunia melihat dan menghargai beragam tradisi gastronomi yang ada. Dengan demikian, pencapaian seperti yang diraih oleh Italia dan Indonesia bukan hanya soal angka atau peringkat — tetapi tentang penghormatan terhadap warisan budaya, kreativitas kuliner, dan kecintaan manusia terhadap makanan sebagai seni dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

 

Baca Juga:
KFC Indonesia Merugi: Pangkas Ribuan Karyawan, Bagaimana Nasib Gerai Lainnya?

Pada akhirnya, semua ini menunjukkan bahwa dunia semakin menghargai kekayaan kuliner dari berbagai penjuru dunia. Dari Italia yang menjaga tradisi berabad-abad hingga Indonesia yang menggabungkan ratusan budaya lokal menjadi satu identitas kuliner yang kuat, keduanya telah membuktikan bahwa makanan adalah jendela budaya yang tak ternilai — sesuatu yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dalam penghargaan bersama terhadap seni memasak.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner