Menu

Mode Gelap

Wisata · 14 Nov 2025 16:05 WIB

Jejak Kejayaan Nusantara: Menyusuri Ratusan Pusaka di Museum Sri Baduga Bandung!


 Jejak Kejayaan Nusantara: Menyusuri Ratusan Pusaka di Museum Sri Baduga Bandung! Perbesar

BANDUNG – Pernahkah Anda membayangkan diri berdiri di tengah-tengah ratusan pusaka Nusantara yang memancarkan aura sejarah dan keagungan? Di Museum Sri Baduga, Bandung, imajinasi itu menjadi kenyataan. Pameran bertajuk “Pusaka Nusantara: Museum sebagai Jendela Informasi Edukasi Kultural” membawa pengunjung dalam perjalanan lintas waktu, menelusuri jejak peradaban Indonesia melalui deretan pusaka dari berbagai penjuru negeri.

Pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober 2025 ini menghadirkan 238 koleksi istimewa, hasil kolaborasi antara 21 museum provinsi, empat museum kabupaten/kota, dan satu museum universitas. Begitu memasuki ruang pamer, pengunjung disambut dengan penjelasan mendalam tentang makna pusaka.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pusaka adalah peninggalan nenek moyang yang bernilai sejarah, budaya, atau berharga tinggi secara turun temurun, bisa berupa benda, tradisi, maupun nilai-nilai. Sementara ‘nusantara’ mengacu pada gugusan kepulauan Indonesia yang kaya akan warisan budaya. Dari penjelasan yang terpampang di dinding, pengunjung diajak menelusuri sejarah panjang teknologi perkakas di Indonesia.

Perjalanan dimulai dari masa prasejarah dengan kapak batu yang sederhana namun fungsional, kemudian berlanjut ke masa perunggu dengan nekara (gendang) dan bejana upacara yang sarat akan makna spiritual. Puncaknya adalah zaman besi yang menghasilkan perkakas berupa tombak, mata panah, cangkul, hingga mata bajak yang merevolusi kehidupan agraris masyarakat Nusantara.

Namun, daya tarik utama pameran ini tentu saja adalah koleksi senjata pusaka yang dipamerkan dengan megah. Mulai dari kujang kebanggaan Sunda yang ikonik, keris dari tanah Jawa yang penuh filosofi, hingga rencong dan celurit yang gagah berani, semuanya terpajang di balik kaca pamer seolah menghidupkan kembali kisah kejayaan dan kearifan bangsa di masa lampau.

Koleksi dari Jawa Barat menjadi salah satu daya tarik utama. Di sini, pengunjung dapat melihat Pedang Sanghyang Borosngora dari Panjalu, Ciamis, sebuah pusaka penghargaan Prabu Siliwangi kepada penguasa Panjalu. Ada pula berbagai jenis pedang lainnya, seperti Pedang Upas, Pedang Cikeruh, Pedang Hulu Naga Perak, hingga Golok Bersarung Perak yang digunakan dalam pertempuran.

Tak kalah menarik, deretan keris dari berbagai tangguh Sunda seperti Keris Sempana, Keris Tilam Sari, dan Keris Kebo Lajer dipamerkan dengan detail ukiran yang memukau. Meski kini kurang dikenal masyarakat Jawa Barat, keris pada masa lalu merupakan simbol kehormatan bagi pejabat dan pemuka masyarakat.

Baca Juga:
Tangerang Raya Bebas Sampah? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Siap Dibangun

Setiap bentuk dan luk (lekukan bilah) menyimpan makna filosofis yang mendalam, mulai dari keberanian, kebijaksanaan, hingga kesetiaan.

Selain dari Jawa Barat, pengunjung juga dapat melihat koleksi khas dari berbagai wilayah lain. Ada Rencong Meucugek dan Peudeung Tumpeng Jeungki dari Aceh yang melambangkan keberanian dan kehormatan, Pisau Tumbuk Lado dari Sumatera Barat yang digunakan dalam upacara adat, Celurit Madura dari Jawa Timur yang menjadi senjata andalan para pendekar, hingga Tombak Prajurit Bugis dari Yogyakarta yang digunakan dalam pertempuran.

Dari Timur Indonesia, Museum Cendrawasih Jayapura menghadirkan busur, anak panah, dan kapak batu berumur lebih dari seabad. Koleksi ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Papua di masa lalu dan keahlian mereka dalam membuat senjata dan perkakas dari bahan-bahan alami.

Meski suasana pameran cukup sepi menjelang penutupan, pengalaman berkeliling tetap terasa istimewa. Ada rasa kagum sekaligus heran saat menatap satu per satu pusaka yang terpajang. Setiap bilah, ukiran, dan hiasan di gagangnya begitu detail hingga membuat bertanya dalam hati. “Bagaimana mungkin mereka bisa membuat karya seindah ini di masa itu?”.

Pameran ini menjadi upaya untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya. Melalui kegiatan seperti ini, museum berperan penting sebagai ruang edukasi kultural yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Museum bukan hanya sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi generasi penerus bangsa.

Dengan mengunjungi pameran “Pusaka Nusantara” di Museum Sri Baduga, pengunjung tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga merasakan denyut nadi peradaban Indonesia.

Baca Juga:
Wakapolri Resmikan Masjid di SMA Taruna Bhayangkara: Investasi Pendidikan Karakter Polri

Pameran ini mengajak kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur dan menjadikannya sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata