Menu

Mode Gelap

Berita · 14 Des 2025 12:45 WIB

Lansia Antre Kartu Gratis di CFD, Hemat Ongkos Transportasi Jakarta


 Lansia Antre Kartu Gratis di CFD, Hemat Ongkos Transportasi Jakarta Perbesar

PROLOGMEDIA – Sejak pagi buta, Bundaran Hotel Indonesia di pusat kota Jakarta sudah dipenuhi oleh gelombang manusia yang berdatangan. Seperti setiap akhir pekan, kawasan ini berubah menjadi “kota kecil” yang hidup, penuh warna, aroma kopi pagi, suara sepeda berderak, dan canda tawa para pejalan kaki. Namun, pada pagi hari itu suasana berbeda. Di antara kerumunan pelari, pesepeda, dan keluarga yang menikmati udara segar, ada sebuah adegan yang menarik perhatian siapa pun yang melintas: antrean panjang warga lanjut usia dengan wajah penuh harap, duduk di kursi lipat, bertopang pada tongkat mereka, atau berdiri menunggu giliran dengan sabar untuk mendapatkan sebuah kartu kecil yang bisa mengubah cara mereka bepergian di kota besar ini.

Rusli, lelaki berusia 72 tahun dengan rambut memutih yang tertata rapi, tampak tertawa kecil sambil menepuk punggung istrinya, Aan, yang berada di sampingnya. Mereka bukan pasangan muda yang datang untuk olahraga seperti kebanyakan pengunjung Car Free Day. Tujuan mereka jauh lebih praktis dan penting: mereka tengah mengantre untuk membuat Kartu Layanan Gratis yang bisa memberi mereka akses perjalanan gratis dengan moda transportasi umum di Jakarta – sebuah fasilitas yang bisa sangat berarti bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Sejak awal suaminya mengajaknya datang, Aan merasa sedikit bingung. “Saya enggak begitu paham soal transportasi umum,” ujar perempuan berusia 70 tahun itu sambil tertawa kecil, mencoba mengusir rasa grogi di pagi itu. “Tapi waktu suami saya bilang, ‘yuk datang bikin kartu ini’, saya pikir ini kesempatan bagus untuk kita.” Ia menatap suaminya yang tampak lebih bersemangat, meskipun harus berdiri dalam antrean yang cukup panjang.

Suasana di Bundaran HI pagi itu begitu energik, tapi ada nuansa campur aduk antara semangat dan ketegangan kecil. Para lansia yang mengantre membawa berbagai kisah hidup; ada yang ditemani cucu mereka yang memandangi antrean panjang dengan tak sabar, ada pula yang ditemani anak atau saudara, memberikan dukungan moral sambil memastikan dokumen-dokumen seperti KTP dan foto terlihat rapi dalam amplop masing-masing. Menurut informasi resmi yang diumumkan, layanan pendaftaran Kartu Layanan Gratis ini memang dikhususkan bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Usia minimum untuk kategori lansia yang bisa mendaftar adalah 60 tahun ke atas.

Proses pendaftarannya sendiri cukup sederhana, kata Aan saat dijumpai di lokasi. “Kita cuma perlu daftar, bilang ke petugas bahwa ingin mendaftar, bawa KTP dan foto, lalu mereka akan jelaskan alurnya. Setelah itu kita ambil nomor antrean dan tinggal menunggu dipanggil.” Ia tersenyum sambil mengacungkan kartu yang baru saja diterimanya. “Yang penting, cepat dan enggak ribet. Itu yang saya rasakan.”

Baca Juga:
Jangan Asal Jalan! Ini Cara Jalan Kaki yang Bikin Jantung Sehat

Bagi banyak lansia lainnya, kartu ini bukan sekadar kartu. Ini adalah solusi atas tantangan mobilitas yang sehari-hari mereka hadapi. Dengan kartu tersebut, mereka berhak menikmati perjalanan gratis menggunakan moda transportasi umum seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Bagi seseorang seperti Rusli, yang sudah tidak selalu sehat untuk mengendarai sepeda motor atau mobil, itu berarti kemandirian dan peluang untuk tetap aktif menjalani hidup di tengah kota yang kian dinamis.

Antrean pagi itu bergerak dengan ritme sendiri. Ada masa-masa ketika barisan hampir tidak bergerak dan keheningan sesaat menyelimuti, hanya dipecahkan oleh sapaan ramah antar-pendaftar. Ada pula momen ketika canda dan cerita ringan mengalir, menghangatkan suasana yang awalnya tampak sunyi. Seorang lelaki tua lain, yang enggan disebut namanya, berkata sambil tertawa kecil, “Ini sih bukan antrean biasa, ini tempat berkumpulnya kami yang mau tetap ‘hidup’ di kota besar ini.” Senyumnya terlihat lebar, meski langkahnya pelan dan wajahnya sedikit letih karena harus menunggu cukup lama.

Momen seperti inilah yang menunjukkan bahwa Car Free Day tidak sekadar menjadi ruang publik untuk berolahraga atau bersantai. Lebih dari itu, ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang mungkin mengalami keterbatasan akses ke berbagai fasilitas publik. Pendaftaran kartu itu sendiri dibuka pada pagi hari, bertepatan dengan waktu pelaksanaan Car Free Day, sehingga warga bisa datang dari berbagai penjuru kota tanpa harus merasa tergesa-gesa.

Antrian panjang itu juga memperlihatkan bagaimana layanan publik bisa menjadi lebih inklusif ketika dihadirkan di ruang terbuka yang mudah diakses banyak orang. Program Kartu Layanan Gratis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik — tak hanya bagi warga muda atau pekerja produktif, tetapi juga para lansia dan penyandang disabilitas. Dengan begitu, perjalanan ke pasar, ke fasilitas kesehatan, atau sekadar bertemu sanak keluarga bisa dilakukan tanpa beban biaya transportasi yang seringkali menjadi concern besar bagi orang yang hidup dengan penghasilan terbatas.

Ketika matahari semakin tinggi di atas Bundaran HI, kerumunan mulai mencair. Para pendaftar yang sudah selesai mendapatkan kartunya berangsur pergi, beberapa tampak berjalan santai menikmati sarapan pagi, yang lain duduk di bangku taman sambil bercakap ringan tentang rencana perjalanan mereka dengan kartu baru tersebut. Rusli dan Aan, setelah melewati proses yang cukup lancar dan ramah, berjalan perlahan menuju halte Transjakarta terdekat untuk mencoba moda transportasi yang kini bisa mereka gunakan gratis. Senyum keduanya terlihat puas; ini bukan hanya soal mendapatkan kartu, tetapi meraih rasa kebebasan dan peluang untuk tetap aktif bergerak di tengah kota besar.

Baca Juga:
Transformasi Singkong di Vietnam: Dari Tanaman Tradisional ke Rantai Nilai Berkelanjutan

Dalam perjalanan pulang, Aan sempat berkata bahwa pengalaman pagi itu terasa hangat dan penuh makna. “Bukan hanya karena kita jadi bisa naik bus atau MRT tanpa ongkos. Tapi karena kita merasa dihargai dan diperhatikan,” ujarnya, menutup percakapan kami pagi itu di Bundaran HI yang kini mulai ramai oleh suara pedal sepeda, langkah kaki pengunjung, dan deru transportasi umum yang hilir-mudik di bawah sinar mentari pagi.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita