PROLOGMEDIA – Kabupaten Lebak kembali mencatatkan namanya sebagai salah satu daerah yang menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Malam apresiasi yang digelar di Provinsi Banten pada Kamis malam, 11 Desember 2025, menjadi momen penting bagi daerah ini. Pada kesempatan tersebut, Lebak berhasil meraih lima penghargaan sekaligus dalam berbagai kategori yang mencerminkan dedikasi tinggi serta kerja kolektif dalam program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.
Acara apresiasi ini digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN Perwakilan Provinsi Banten, yang merupakan puncak kegiatan evaluasi dan penghargaan terhadap capaian program yang telah dilakukan oleh kabupaten/kota di wilayah Banten selama satu tahun terakhir. Dalam kesempatan tersebut, berbagai kabupaten di Banten bersaing secara sehat untuk menunjukkan inovasi dan hasil nyata di lapangan, dan Lebak muncul sebagai salah satu yang paling menonjol.
Penghargaan yang diraih oleh Lebak tidak hanya sekadar piagam, tetapi mencerminkan keberhasilan dalam implementasi program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama keluarga dan anak. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan erat sepanjang tahun.
“Alhamdulillah Kabupaten Lebak menerima apresiasi tahun 2025 sebagai Juara Terbaik I Tim DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) untuk Tim DASHAT Cireundeu, Kecamatan Cilograng,” ujar Tuti penuh kebanggaan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan melalui strategi tanggap gizi keluarga telah mendapatkan pengakuan dan memberikan dampak positif dalam mengatasi stunting, masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius di banyak daerah.
Selain penghargaan utama itu, Lebak juga meraih Juara Terbaik III untuk Kampung KB Cireundeu yang juga berada di Kecamatan Cilograng, sebuah prestasi yang menunjukkan bagaimana program Kampung KB memberikan dorongan terhadap dinamika komunitas keluarga di tingkat lokal. Kampung KB sendiri merupakan wilayah di desa atau kelurahan yang menjadi pusat kegiatan pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang terintegrasi. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, dinas terkait, serta dukungan masyarakat setempat.
Baca Juga:
Gubernur Aceh Sambut Kedatangan Bantuan Terbesar dari Kementerian Pertanian dan Bapanas
Lebak tidak berhenti sampai di situ. Tim DP3AP2KB Lebak juga meraih Juara Terbaik III untuk kategori Apresiasi Terhadap Sinergi Inovasi dan Komitmen (ASIK) KB Pascapersalinan, yang menunjukkan bahwa pelayanan kepada ibu pascapersalinan turut mendapat perhatian dan hasil yang menggembirakan. Ini termasuk upaya mendampingi ibu baru agar tetap memanfaatkan layanan kesehatan dan program keluarga berencana secara tepat setelah melahirkan, sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terus terjaga.
Di bidang yang terkait dengan teknologi informasi keluarga, Lebak kembali mencatat prestasi sebagai Juara Terbaik III IPeKB (Informasi Perilaku Kependudukan dan Keluarga Berencana). Penghargaan ini diberikan atas capaian inovasi yang menggunakan pendekatan digital atau media komunikasi untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan KB kepada masyarakat. Kemajuan di bidang ini menjadi penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan akurat.
Tidak kalah penting, dalam ranah kesehatan ibu dan bayi, PC IBI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Lebak) juga berhasil membawa pulang penghargaan Juara Terbaik III. Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa peran tenaga kesehatan profesional di Kabupaten Lebak sangat penting dalam mendukung layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas. Kolaborasi antara dinas kesehatan, puskesmas, kader kesehatan masyarakat, serta organisasi profesi seperti IBI menjadi kunci utama pencapaian tersebut.
Tuti menegaskan bahwa penghargaan yang diperoleh bukan sekadar simbol semata, melainkan merupakan indikator nyata bahwa program pemberdayaan keluarga dan pembangunan kependudukan di Lebak berjalan di jalur yang benar. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen seluruh stakeholder mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, organisasi masyarakat, hingga peran aktif keluarga di tingkat paling bawah. “Semoga capaian ini semakin memotivasi semua pihak untuk terus memperkuat layanan, edukasi, dan pendampingan kepada keluarga,” tambahnya.
Keberhasilan Lebak ini juga tidak terlepas dari konteks yang lebih luas di Provinsi Banten, di mana pemerintah daerah berupaya mendorong sinergi program nasional, seperti penurunan angka stunting, pemberdayaan keluarga, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Provinsi Banten sendiri telah menunjukkan berbagai upaya strategis dalam pembangunan keluarga, termasuk kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan besar berskala nasional dan intensifikasi program pemberdayaan masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Baca Juga:
Fitur Baru ChatGPT: “Study Together” Siap Ubah Cara Kita Belajar, Ini Keunggulannya!
Prestasi yang diraih oleh Kabupaten Lebak menjadi bukti bahwa ketika ada komitmen yang kuat, koordinasi yang baik, serta partisipasi aktif masyarakat, sebuah daerah bisa mencapai hasil luar biasa. Penghargaan ini diharapkan bukan hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lebak secara keseluruhan—mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.









