PROLOGMEDIA – Kondisi jembatan penghubung antara Kampung Bandar Kasih dan Kampung Sumber Rejeki yang berada di Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung, kembali menuai keluhan dari masyarakat setempat. Kerusakan jembatan yang telah berlangsung hampir lima tahun tersebut kini semakin parah dan dirasakan sangat menghambat aktivitas ekonomi warga. Hingga Senin (29/12/2025), jembatan itu belum juga mendapat penanganan serius dari pihak berwenang, meski berkali-kali dikeluhkan oleh masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jembatan sudah jauh dari kata layak. Struktur jembatan terlihat miring, beberapa bagian lantai mengalami kerusakan, dan konstruksi penyangga tampak rapuh.
Akibatnya, jembatan tersebut tidak lagi dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Saat ini, hanya kendaraan roda dua yang masih nekat melintas dengan penuh kehati-hatian. Padahal, sebelumnya jembatan ini merupakan jalur penting yang bisa dilalui kendaraan roda empat, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Jembatan tersebut memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi akses penghubung antarkampung sekaligus jalur alternatif penghubung antarwilayah. Dari Kecamatan Pakuan Ratu, jembatan ini dapat dilalui menuju Kampung Bandar Kasih dan Sumber Rejeki, kemudian tembus ke Desa Tulung Buyut yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Dengan kata lain, jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua kampung, tetapi juga menghubungkan dua kabupaten, yakni Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Lampung Utara.
Sejak kondisinya memburuk, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Para petani yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi, singkong, jagung, dan hasil kebun lainnya harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Biaya transportasi pun meningkat karena jarak tempuh menjadi lebih panjang. Tidak sedikit warga yang mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen mereka, sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi berkurang.
Selain sektor pertanian, aktivitas sosial masyarakat juga ikut terdampak. Anak-anak sekolah yang biasanya melintasi jembatan tersebut kini harus memutar lebih jauh. Begitu pula warga yang hendak berobat, berdagang, atau mengurus keperluan administrasi ke wilayah kecamatan maupun kabupaten. Pada kondisi tertentu, terutama saat musim hujan, jembatan yang miring dan licin sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Baca Juga:
Ini 7 Makanan Terbaik untuk Otak Anak, Bikin Si Kecil Tumbuh Cerdas
Warga mengaku sudah lama menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, baik melalui aparat kampung, kecamatan, maupun melalui perwakilan lainnya. Namun hingga kini, belum ada perbaikan nyata yang dilakukan.
Kerusakan yang awalnya dianggap ringan dibiarkan begitu saja hingga akhirnya semakin parah seperti sekarang. Masyarakat menilai, lambannya penanganan justru memperbesar risiko kerusakan total dan potensi kecelakaan.
Dalam keluhannya, warga berharap pemerintah tidak saling melempar kewenangan antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Pemerintah Provinsi Lampung. Menurut masyarakat, persoalan status dan kewenangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda perbaikan infrastruktur yang menyangkut kepentingan banyak orang. Apalagi jembatan tersebut jelas-jelas memiliki fungsi vital sebagai penghubung antardaerah dan penopang roda perekonomian masyarakat.
“Yang kami butuhkan itu perbaikan nyata, bukan janji. Jembatan ini urat nadi ekonomi kami. Kalau aksesnya terputus, kami yang paling merasakan dampaknya,” ujar salah seorang warga dengan nada penuh harap. Warga lainnya juga menyampaikan kekhawatiran jika jembatan terus dibiarkan, maka suatu saat bisa roboh dan tidak dapat dilalui sama sekali.
Masyarakat menilai, jika jembatan penghubung Kampung Bandar Kasih dan Kampung Sumber Rejeki ini diperbaiki atau dibangun kembali secara menyeluruh, maka arus barang dan jasa akan kembali lancar. Distribusi hasil pertanian bisa berjalan lebih efisien, biaya transportasi dapat ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan petani serta pelaku usaha kecil di wilayah tersebut dapat meningkat. Selain itu, perbaikan jembatan juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi agar dapat melihat kondisi jembatan yang sebenarnya. Menurut warga, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat memahami betapa mendesaknya perbaikan jembatan tersebut. Masyarakat juga berharap agar perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan lebih mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini masih minim perhatian.
Baca Juga:
Tragedi Radiasi di Cikande: Ternak Jadi Korban, Ganti Rugi Jadi Penyelamat!
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Kampung Bandar Kasih dan Kampung Sumber Rejeki masih menunggu langkah konkret dari instansi terkait. Warga berharap agar akses jalan dan jembatan tersebut segera mendapat penanganan serius demi kelancaran aktivitas, keselamatan pengguna jalan, serta keberlangsungan perekonomian masyarakat setempat. (Kaperwil Lampung)









