Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Nov 2025 07:54 WIB

Mayat Pria di Kontrakan Cikande Ditemukan Membusuk Setelah Beberapa Hari Tak Terlihat


 Mayat Pria di Kontrakan Cikande Ditemukan Membusuk Setelah Beberapa Hari Tak Terlihat Perbesar

PROLOGMEDIA – Petugas Polsek Cikande bersama Pamapta Polres Serang bergerak cepat menuju sebuah rumah kontrakan di Kampung Saga Masjid, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, setelah menerima laporan adanya penemuan mayat yang diduga sudah meninggal selama beberapa hari. Rumah kontrakan itu berada di kawasan pemukiman padat yang dihuni para pekerja dari berbagai daerah, sehingga setiap perubahan aktivitas warga cukup mudah terpantau oleh lingkungan sekitar. Namun, kali ini, keheningan yang tidak biasa dari salah satu penghuni membuat rekan-rekannya curiga dan memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

Korban diketahui bernama Benny Dwi Suprayoga, pria berusia 35 tahun yang berasal dari Kayu Besar, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Benny tinggal di kontrakan tersebut karena bekerja di salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Cikande. Selama ini ia dikenal sebagai pekerja yang rajin, jarang absen tanpa kabar, dan selalu menjalani rutinitasnya dengan tertib. Itulah sebabnya ketika beberapa hari ia tidak terlihat berangkat kerja atau sekadar keluar kamar, kecurigaan mulai muncul di antara rekan kerjanya.

 

Masno, salah satu rekan yang paling dekat dengan Benny, menjadi orang pertama yang benar-benar merasa ada yang janggal. Ia mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres karena Benny tidak hanya absen bekerja, tetapi juga tidak memberikan kabar sama sekali. Biasanya, jika Benny mengalami masalah kesehatan atau memiliki urusan mendadak, ia akan memberi tahu rekan-rekannya. Kali ini tidak. Masno berinisiatif mendatangi kontrakan tempat Benny tinggal, berharap bahwa mungkin ia hanya sedang sakit atau membutuhkan bantuan.

 

Setiba di sana, Masno bertemu dengan Sanwani, pemilik kontrakan yang juga mulai merasa curiga karena penghuni kamar yang biasa ia lihat setiap hari itu tak menunjukkan tanda-tanda aktivitas. Kamar kontrakan Benny dalam keadaan tertutup rapat, dan tidak ada suara atau gerakan dari dalam. Keduanya mendekati pintu, dan saat itulah mereka mencium bau tidak sedap yang semakin lama semakin kuat. Bau tersebut membuat keduanya saling berpandangan, menyadari bahwa dugaan buruk mungkin telah menjadi kenyataan.

 

Sanwani segera mengambil kunci serep kontrakan, berharap bisa membuka pintu dan memastikan kondisi penghuninya. Namun, ketika kunci dimasukkan ke lubang pintu, mereka mendapati pintu tidak bisa dibuka karena kunci dari dalam masih terpasang. Situasi itu membuat mereka semakin yakin bahwa sesuatu yang mengkhawatirkan sedang terjadi di balik pintu kamar tersebut. Masno, yang semakin gelisah, mencoba mengintip melalui celah kecil di antara pintu dan kusen.

 

Ketika berhasil melihat ke dalam, Masno langsung terkejut. Ia mendapati tubuh Benny tergeletak dalam posisi terlentang di lantai kamar. Kondisi fisik korban tampak membengkak dan sudah membusuk, mencerminkan bahwa ia telah meninggal cukup lama. Masno merasa lemas seketika, namun ia berusaha menenangkan diri dan bergegas keluar kamar untuk melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar, kemudian meneruskannya kepada pimpinan perusahaan tempat mereka bekerja. Informasi itu akhirnya sampai ke pihak kepolisian yang segera menurunkan tim ke lokasi.

Baca Juga:
Harga Minyak Kembali Anjlok: Stok AS Naik, OPEC Pesimis?

 

Tidak lama kemudian, petugas Unit Identifikasi Polres Serang bersama tim medis dari RS Bhayangkara tiba di tempat kejadian. Mereka melakukan sejumlah persiapan sebelum memasuki kamar korban. Dengan izin pemilik kontrakan, petugas terpaksa mendobrak pintu karena terkunci dari dalam. Setelah pintu terbuka, tim langsung melakukan identifikasi awal dan olah tempat kejadian perkara. Bau menyengat menyelimuti ruangan, sebuah tanda bahwa proses pembusukan sudah berlangsung cukup lama.

 

Petugas kemudian memeriksa kondisi fisik korban. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Benny. Meski demikian, polisi tetap berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Mereka menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Seluruh prosedur berjalan sesuai standar, mulai dari pengambilan dokumentasi, pengukuran suhu ruangan, hingga pencatatan benda-benda yang ada di sekitar lokasi.

 

Setelah proses identifikasi di tempat kejadian selesai, jenazah Benny langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum. Tim medis akan memeriksa apakah korban mengalami gangguan kesehatan sebelum meninggal atau ada faktor lain yang memicu kematian tersebut. Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting karena kondisi jenazah yang sudah membusuk membuat penyebab kematian tidak bisa dipastikan hanya dengan melihat fisiknya secara langsung.

 

Sementara itu, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Masno, pemilik kontrakan, dan beberapa warga sekitar. Mereka ditanyai tentang perilaku korban beberapa hari terakhir, riwayat penyakit, serta aktivitas yang mungkin dilakukan sebelum kejadian. Informasi tersebut sangat penting untuk melengkapi penyelidikan dan memastikan tidak ada unsur-unsur lain yang mengarah pada tindak pidana.

 

Warga sekitar cukup terkejut dengan kejadian ini, terlebih karena korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak pernah menimbulkan masalah. Lingkungan kontrakan itu biasanya cukup ramai karena dihuni oleh para pekerja industri, namun tidak ada satu pun yang mengira bahwa seseorang di antara mereka meninggal tanpa diketahui selama beberapa hari. Kejadian ini menjadi pengingat bagi penghuni kontrakan lain untuk lebih memperhatikan sesama, terutama ketika ada perubahan perilaku atau aktivitas yang janggal.

 

Baca Juga:
Generasi Z di Ambang Diabetes: Kemenkes Soroti Lingkungan ‘Obesogenik’ yang Membahayakan

Hingga penyelidikan dilanjutkan, polisi tetap menunggu hasil visum dari rumah sakit sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Sementara itu, pihak keluarga korban di Jakarta Barat telah diberitahu mengenai kejadian ini dan bersiap menuju Serang untuk mengurus proses pemulangan jenazah setelah pemeriksaan selesai. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam, baik bagi keluarga maupun rekan kerja korban yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita