Menu

Mode Gelap

Blog · 26 Nov 2025 10:09 WIB

Momentum Hari Guru Nasional, Desi Ferawati Ajak Masyarakat Lebih Menghargai Profesi Guru


 Momentum Hari Guru Nasional, Desi Ferawati Ajak Masyarakat Lebih Menghargai Profesi Guru Perbesar

PROLOGMEDIA – Peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2025 kembali menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Serang. Dalam kesempatan ini, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Serang, Desi Ferawati, menyampaikan penghormatan yang mendalam kepada seluruh tenaga pendidik yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Baginya, guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi merupakan pilar utama dalam membangun karakter, moral, serta kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan arah masa depan daerah maupun bangsa.

 

Desi menegaskan bahwa Hari Guru Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni rutin atau sekadar untaian ucapan terima kasih. Menurutnya, penghargaan sejati terhadap profesi guru harus diwujudkan melalui kebijakan konkret yang memberikan kepastian karir, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan posisi mereka sebagai ujung tombak pendidikan. Ia menilai bahwa masih banyak guru, khususnya guru honorer, yang belum merasakan penghargaan yang pantas atas peran strategis yang mereka emban.

 

Dalam penjelasannya, Desi menyoroti kenyataan bahwa di balik semangat dan dedikasi guru, masih terdapat persoalan mendasar yang memerlukan keberanian politik untuk diselesaikan. Salah satu yang paling krusial ialah rendahnya penghasilan guru honorer yang masih jauh dari memenuhi kebutuhan hidup layak. Tidak sedikit dari mereka yang bertahun-tahun mengajar dengan gaji di bawah standar, bahkan harus mengambil pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Bagi Desi, kondisi ini merupakan ironi besar, mengingat guru adalah sosok yang paling berperan dalam mencetak generasi penerus bangsa.

 

Ia menyampaikan bahwa memperingati Hari Guru Nasional berarti juga mengakui bahwa perjuangan memperbaiki kesejahteraan guru masih panjang. Pemda dan DPRD menurutnya harus berani memberikan prioritas lebih besar dalam alokasi anggaran pendidikan serta memastikan proses penataan guru honorer menuju status yang lebih pasti berjalan tanpa diskriminasi. Ia menekankan pentingnya membuka ruang karier yang lebih jelas bagi para pendidik agar mereka memiliki motivasi kuat untuk terus meningkatkan kompetensi.

 

Sebagai Ketua Fraksi PAN, Desi menegaskan komitmen fraksinya dalam mendorong kebijakan yang benar-benar memihak kepada guru. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak mungkin diwujudkan jika kondisi pendidik masih terpinggirkan secara ekonomi maupun struktural. Karena itu, Fraksi PAN akan terus mengawal penyusunan anggaran yang lebih progresif untuk pendidikan, termasuk peningkatan insentif daerah serta upaya mempercepat penataan tenaga pendidik agar mendapatkan jaminan karir yang sesuai dengan pengabdian mereka.

 

Selain persoalan kesejahteraan, Desi juga menyinggung berbagai tantangan struktural yang selama ini membelit dunia pendidikan di daerah. Ketimpangan fasilitas antar sekolah, keterbatasan akses terhadap pelatihan berbasis kebutuhan, serta beban administrasi yang menguras waktu mengajar, menjadi perhatian serius yang menurutnya harus segera dibenahi. Ia menilai bahwa sistem pendidikan tidak dapat berjalan efektif jika guru terus dibebani tugas administratif yang justru mengalihkan mereka dari fokus utama, yaitu mengajar dan mendidik.

Baca Juga:
5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Memperlambat Usia Biologis dan Membantu Panjang Umur

 

Desi mengajak pemerintah daerah untuk berani melakukan modernisasi sistem pendidikan, mulai dari memperbaiki infrastruktur, menghadirkan perangkat pembelajaran yang lebih relevan, hingga membangun manajemen pendidikan yang lebih efisien. Ia menekankan bahwa zaman telah berubah dan pendidikan tidak bisa lagi digerakkan dengan pola lama yang lamban merespons kebutuhan lapangan. Transformasi pendidikan harus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, legislatif, dan para pemangku kepentingan lainnya.

 

Tak hanya itu, ia juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar proses penataan tenaga pendidik dapat berjalan profesional serta bebas dari praktik yang merugikan guru. Menurut Desi, penempatan guru, proses pengangkatan, hingga kesempatan mendapatkan pelatihan tidak boleh diselimuti kepentingan tertentu. Semua harus berlandaskan meritokrasi dan kebutuhan nyata sekolah. Guru berhak mendapatkan kepastian karir, perlindungan hukum, serta kesempatan yang setara untuk mengembangkan kompetensi mereka.

 

Guru juga dinilainya sebagai aset daerah yang sangat berharga. Mereka bukan beban anggaran, melainkan investasi masa depan daerah. Dengan guru yang kompeten dan sejahtera, kualitas pendidikan akan meningkat, dan pada akhirnya akan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Karena itu, Desi mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan harus berpihak kepada guru, bukan sebaliknya.

 

Desi turut mengajak masyarakat untuk ikut menghargai profesi guru, tidak hanya pada Hari Guru Nasional, tetapi setiap hari. Menurutnya, apresiasi masyarakat sangat penting untuk menjaga moral dan semangat para pendidik. Ia mengimbau masyarakat agar selalu menjadikan guru sebagai mitra dalam mendidik anak-anak, karena tugas menciptakan generasi unggul bukan hanya beban sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.

 

Di akhir pernyataannya, Desi Ferawati menegaskan bahwa perjuangan memajukan pendidikan bukan pekerjaan satu atau dua tahun, tetapi agenda jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, keberanian, serta kemauan untuk melakukan terobosan. Hari Guru Nasional menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari kesejahteraan, fasilitas, hingga kebijakan yang berpihak pada pendidik.

 

Baca Juga:
Indonesia Mendunia! 2 Hotel Bali Masuk Daftar 50 Hotel Terbaik Dunia 2025

Ia menyampaikan komitmen bahwa dirinya bersama Fraksi PAN akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar lebih serius memperbaiki kondisi pendidikan, memperjuangkan anggaran yang lebih berpihak kepada guru, serta memastikan bahwa kepastian karir dan perlindungan bagi guru benar-benar terwujud. Menurutnya, memuliakan guru berarti memuliakan masa depan Kabupaten Serang dan generasi yang akan tumbuh di dalamnya. Dengan kolaborasi dan kemauan kuat membuat perubahan, ia yakin pendidikan yang lebih bermartabat akan dapat diwujudkan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog