Menu

Mode Gelap

Wisata · 23 Nov 2025 16:36 WIB

Patroli Humanis Den K-9 Warnai Car Free Day Depok, Warga Antusias Berinteraksi dengan Satwa Polisi


 Patroli Humanis Den K-9 Warnai Car Free Day Depok, Warga Antusias Berinteraksi dengan Satwa Polisi Perbesar

PROLOGMEDIA – Berikut narasi yang telah dikembangkan menjadi sekitar 900 kata, tanpa judul, dengan gaya penulisan yang lebih mengalir, menarik, dan tetap menjaga fakta inti.

 

 

 

Pagi di Jalan Margonda Raya, Depok, tampak lebih semarak dari biasanya. Minggu, 23 November 2025, masyarakat mulai memadati area Car Free Day yang menjadi ruang berkumpul warga dari berbagai usia—mulai dari para pegiat olahraga, keluarga yang menikmati udara segar, hingga anak-anak yang berlari riang di sepanjang jalur bebas kendaraan. Namun, ada pemandangan berbeda yang menarik perhatian pengunjung pagi itu: kehadiran Detasemen K-9 Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) yang menggelar patroli dialogis sekaligus sesi interaksi bersama masyarakat.

 

Tim Den K-9 hadir tidak hanya untuk melakukan pengamanan rutin, tetapi juga membawa misi lain yang lebih hangat dan humanis, yakni mengenalkan peran satwa polisi kepada warga Depok. Di bawah pimpinan Iptu Erasmus Hermi dan Ipda Sutarno, sebanyak 14 personel dikerahkan untuk terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan. Empat ekor anjing K-9 terlatih—Caca, Girra, Jessy, dan Maya—ikut serta, menjadi pusat perhatian sejak awal kedatangan mereka. Dengan postur tegap dan langkah yang terlatih, para K-9 ini segera mencuri simpati warga, terutama anak-anak yang penasaran ingin mendekat.

 

Sejak pukul enam pagi, kegiatan dimulai dengan patroli menyusuri kawasan Margonda. Personel Den K-9 berjalan berdampingan dengan para pengguna CFD, memastikan area tetap aman sementara para anjing pelacak melakukan tugasnya dengan disiplin. Kombinasi kesigapan personel dan gerak-gerik satwa K-9 memberikan rasa aman yang terasa jelas oleh masyarakat. Di sela-sela patroli itu pula, warga mulai menghampiri untuk sekadar bertanya, menyapa, atau meminta kesempatan berfoto.

 

Melihat antusiasme tersebut, personel Den K-9 kemudian membuka sesi interaksi khusus. Area kecil dekat trotoar disulap menjadi titik edukasi, tempat masyarakat bisa melihat lebih dekat bagaimana anjing-anjing ini dilatih dan berperan dalam tugas kepolisian. Caca, salah satu K-9 yang dikenal ramah terhadap anak-anak, menjadi bintang pada sesi itu. Anak-anak bergantian membelai bulunya yang halus, sementara orang tua mendengarkan penjelasan petugas tentang bagaimana Caca dilatih untuk mendeteksi narkoba dalam beragam situasi.

 

Tidak jauh dari situ, Girra dan Jessy menunjukkan kemampuan dasar mereka dalam merespons perintah verbal. Warga tampak terpukau melihat betapa cepat dan tepat respons para anjing ini saat diperintahkan duduk, diam, atau mengikuti pola pergerakan tertentu. Maya, satu-satunya K-9 yang fokus pada tugas SAR (Search and Rescue), menjadi contoh ideal tentang bagaimana satwa polisi dapat berperan besar dalam operasi pencarian korban bencana maupun orang hilang. Penjelasan mengenai sensitivitas penciuman anjing pelacak dan bagaimana mereka mampu mengidentifikasi aroma tertentu di tengah lingkungan yang kompleks, membuat warga semakin memahami betapa vitalnya kehadiran K-9 dalam jajaran kepolisian.

 

Baca Juga:
Akademisi Dorong Pemahaman KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Transparan

Dalam kesempatan tersebut, personel Den K-9 juga tidak lupa mengedukasi masyarakat tentang aturan dasar saat berinteraksi dengan anjing pelacak. Masyarakat diingatkan untuk tidak mendekati K-9 tanpa meminta izin terlebih dahulu, mengingat sebagian besar dari mereka dilatih untuk fokus dan bekerja berdasarkan perintah tertentu. Personel menjelaskan bahwa sekalipun K-9 bisa terlihat jinak dan ramah, mereka tetaplah satwa operasional yang menjalankan tugas khusus. Pendampingan ketat pun diberlakukan selama sesi interaksi untuk memastikan keselamatan baik warga maupun satwa.

 

Suasana semakin hidup ketika beberapa warga berani mencoba memberikan perintah dasar kepada K-9, tentunya dengan pengawasan personel. Tawa dan sorak kecil terdengar ketika Maya mengikuti instruksi seorang anak kecil yang dengan hati-hati mengucapkan perintah “duduk”. Keberhasilan kecil itu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak tersebut dan keluarganya, sekaligus memperkuat ikatan positif antara masyarakat dan kepolisian.

 

Di tengah interaksi yang hangat itu, Iptu Erasmus Hermi menyempatkan diri memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Den K-9 bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang belum mengetahui secara detail tentang peran K-9 dalam berbagai operasi kepolisian. Karena itu, CFD menjadi momen yang ideal untuk memperkenalkan fungsi anjing pelacak dan penolong ini dalam suasana santai. Ia berharap interaksi seperti ini dapat menumbuhkan kepercayaan sekaligus memberikan pemahaman baru bahwa Polri memiliki berbagai elemen yang bekerja dengan keahlian khusus, termasuk satwa terlatih.

 

Sementara itu, masyarakat memberikan respons yang sangat positif. Seorang pengunjung CFD, seorang ibu muda yang datang bersama dua anaknya, mengaku merasa senang dan aman melihat kehadiran polisi bersama K-9. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini memberikan edukasi langsung kepada anak-anak tentang pekerjaan kepolisian, terutama mengenai bagaimana anjing bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan negara. Baginya, interaksi langsung seperti ini lebih efektif dibanding sekadar melihat tayangan di televisi.

 

Beberapa pengunjung lain juga menyampaikan rasa kagum karena baru mengetahui bahwa jenis pelatihan K-9 begitu beragam. Ada yang khusus untuk mendeteksi narkoba, ada pula yang bertugas mengendus bahan peledak, sementara sebagian lain dilatih untuk penyelamatan. Pengetahuan ini membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang kompleksitas dan profesionalisme kerja kepolisian di balik layar.

 

Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap kondusif dan penuh antusiasme. Masyarakat terus berdatangan untuk melihat lebih dekat para K-9 hingga sesi interaksi ditutup menjelang siang. Selama rangkaian kegiatan, seluruh personel Den K-9 berjalan dengan sigap dan profesional, memastikan bahwa kondisi tetap aman tanpa mengganggu kenyamanan para pengunjung CFD.

 

Ketika acara akhirnya usai, banyak warga yang meninggalkan lokasi dengan senyum dan pengalaman baru. Anak-anak menggandeng tangan orang tua sambil bercerita tentang anjing pelacak yang mereka temui, sementara beberapa pengunjung dewasa terlihat mengambil foto terakhir sebelum tim Den K-9 kembali ke kendaraan operasional mereka.

 

Baca Juga:
Kota Impian Asia: Daftar 10 Kota Paling Bahagia untuk Ditinggali di 2025

Kegiatan patroli dialogis dan interaksi masyarakat yang dilakukan Den K-9 pada Car Free Day ini bukan sekadar bagian dari rutinitas pengamanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan kedekatan antara Polri dan masyarakat, menghadirkan rasa aman sekaligus hiburan edukatif yang memberikan nilai tambah bagi warga Depok yang menghabiskan akhir pekan mereka di Margonda. Dengan sinergi yang terbangun melalui interaksi langsung dan komunikasi yang humanis, pesan tentang pentingnya peran K-9 dalam menjaga keamanan publik tersampaikan dengan jelas, meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi banyak orang.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata