PROLOGMEDIA – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Utara terus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satu perhatian utama dalam proses pemulihan tersebut adalah memastikan sektor pendidikan dapat segera kembali berjalan normal. Sekolah sebagai pusat kegiatan belajar anak-anak harus dipastikan dalam kondisi aman, bersih, dan layak agar proses pembelajaran tidak terganggu terlalu lama akibat bencana alam yang melanda.
Kepedulian terhadap dunia pendidikan ini ditunjukkan oleh Polri melalui keterlibatan langsung personel Satuan Brimob Polda Aceh yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Mereka turun langsung ke lapangan untuk membantu membersihkan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Aksi nyata tersebut dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 15 Seunuddon, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat, 2 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Banjir yang sebelumnya merendam wilayah Seunuddon meninggalkan dampak cukup signifikan terhadap lingkungan sekolah. Lumpur tebal, sampah, serta sisa material banjir menumpuk di halaman sekolah dan masuk ke sejumlah ruang kelas. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan jika tidak segera ditangani. Situasi ini membuat persiapan menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar menjadi terhambat.
Menyadari pentingnya sekolah sebagai ruang tumbuh kembang generasi penerus bangsa, Polri bergerak cepat mengambil peran aktif. Sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, personel Sat Brimob Polda Aceh sudah berada di lokasi sekolah. Dengan mengenakan perlengkapan kerja dan membawa peralatan pembersih sederhana, mereka langsung memulai kegiatan bakti sosial secara gotong royong. Semangat kebersamaan dan kepedulian tampak jelas dalam setiap gerakan para personel yang bekerja tanpa mengenal lelah.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari halaman sekolah yang dipenuhi lumpur mengeras. Lumpur-lumpur tersebut diangkat dan dipindahkan agar area sekolah kembali bersih dan aman. Selain itu, sisa-sisa banjir yang menempel di lantai dan dinding kelas disapu dan dibersihkan dengan teliti. Tidak hanya ruang kelas, teras sekolah, ruang guru, serta akses jalan menuju lingkungan sekolah juga menjadi perhatian agar seluruh area dapat kembali berfungsi dengan baik.
Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Pasi Provost Yon B Brimob Polda Aceh, Ipda Ilfadli. Di bawah arahannya, seluruh personel bekerja secara terorganisir dan sistematis. Pembagian tugas dilakukan secara jelas sehingga setiap bagian sekolah dapat ditangani secara optimal. Koordinasi yang baik di lapangan membuat proses pembersihan berjalan efektif dan efisien, tanpa ada area yang terlewatkan.
Bagi Polri, keterlibatan dalam pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana bukan sekadar menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, memastikan sekolah siap digunakan tepat waktu menjadi prioritas agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar lebih lama akibat bencana.
Baca Juga:
10 Manfaat Cuka Apel yang Bikin Hidup Lebih Sehat
Proses pembersihan berlangsung intensif hingga siang hari dan dilanjutkan sampai sore. Secara perlahan, kondisi sekolah mulai berubah. Lumpur yang sebelumnya menumpuk berhasil dibersihkan, lantai-lantai kelas kembali terlihat bersih, dan lingkungan sekolah menjadi lebih rapi serta nyaman. Berkat kerja keras dan dedikasi para personel Brimob, upaya pemulihan tersebut membuahkan hasil maksimal. Hingga sore hari, pembersihan SDN 15 Seunuddon dinyatakan tuntas seratus persen.
Dengan selesainya kegiatan tersebut, sekolah dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Senin, 5 Januari 2026. Kepastian ini menjadi kabar baik bagi pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang berharap anak-anak mereka dapat segera kembali bersekolah dalam kondisi yang aman dan layak.
Keberhasilan pemulihan ini disambut dengan rasa syukur dan apresiasi oleh pihak sekolah. Kepala SDN 15 Seunuddon, Nilawati, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh jajaran kepolisian. Menurutnya, kehadiran personel Brimob di tengah kondisi sulit pascabencana memberikan harapan baru dan semangat bagi sekolah untuk bangkit kembali.
Ia mengungkapkan bahwa tanpa bantuan tersebut, pihak sekolah akan membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan lingkungan sekolah secara menyeluruh. Dengan dukungan personel Brimob, proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga siswa tidak perlu menunda kegiatan belajar. Hal ini dinilai sangat penting, terutama bagi anak-anak yang telah lama terdampak banjir dan harus menjalani libur panjang tanpa aktivitas belajar di sekolah.
Selain membantu secara fisik, kehadiran aparat kepolisian juga memberikan dukungan moral bagi guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Interaksi yang humanis serta semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi contoh nyata bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama semua pihak. Kebersamaan antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak bencana dan membangun kembali kehidupan yang sempat terganggu.
Kegiatan bakti sosial pembersihan sekolah tersebut berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Personel Brimob tidak hanya fokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga menjaga komunikasi yang baik dengan pihak sekolah dan warga sekitar.
Baca Juga:
Rocky Hybrid ‘Rasa Indonesia’ Siap Dikirim! Apa Saja yang Berubah?
Melalui keterlibatan aktif dalam Operasi Aman Nusa II, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada saat-saat krisis. Peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu pemulihan kehidupan sosial, termasuk sektor pendidikan, pascabencana alam. Langkah cepat dan responsif di SDN 15 Seunuddon menjadi bukti bahwa kepedulian dan sinergi mampu mempercepat pemulihan serta menjaga semangat anak-anak untuk terus menuntut ilmu meski sempat diterpa musibah.









