PROLOGMEDIA – Siswa-siswi dari SMKN 1 Baros melakukan kunjungan yang penuh makna ke pusat kebudayaan di Jakarta yakni @america pada hari Kamis, 27 November 2025. Kunjungan tersebut bukan sekadar wisata budaya biasa: mereka datang dengan semangat belajar dan membawa misi memperkenalkan kekayaan tradisi Banten di ruang yang sarat nuansa internasional.
Saat tiba di @america, siswa-siswi SMKN 1 Baros — yang mewakili cita-cita generasi muda Banten — disambut hangat. Program dimulai dengan sesi belajar bahasa Inggris melalui program interaktif “English Learning with English Today”, yang diselenggarakan pihak @america. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi siswa dan membuka wawasan mereka ke bahasa global. Namun, tidak berhenti di situ. Selain belajar bahasa, siswa juga diperkenalkan pada budaya Amerika: kebiasaan, gaya hidup, dan ragam kearifan lokal dari negeri tersebut, melalui beragam fasilitas edukatif yang tersedia di pusat budaya itu.
Sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman lintas budaya dan memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan identitas daerah mereka, @america memberi kesempatan kepada SMKN 1 Baros untuk mempresentasikan budaya Banten. Penampilan mereka dibungkus dalam sebuah rangkaian bernama “The Harmony of Banten”. Dalam rangkaian ini siswa membawakan sejumlah kesenian tradisional khas Banten — mulai dari tari Banten Jawara, permainan rebana, hingga silat. Penampilan tersebut tak sekadar atraksi seni; ia menjadi simbol dialog budaya antara tradisi lokal dan ruang global.
Yang membuat penampilan SMKN 1 Baros kali ini semakin istimewa: permainan rebana yang dibawakan, lengkap dengan lantunan sholawat, tercatat sebagai penampilan pertama dari sebuah sekolah di @america dengan format seperti itu — rebana plus nuansa religius. Momen ini menjadi bukti bahwa @america tidak hanya sekadar panggung bagi budaya populer atau internasional, tetapi juga bersedia membuka ruang untuk tradisi lokal bernuansa religius dan toleran. Lewat apresiasi itu, @america menunjukkan keterbukaan terhadap keragaman budaya dan keberagaman praktik spiritual — memberikan suara bagi budaya daerah dalam lingkungan yang modern dan global.
Kepala sekolah SMKN 1 Baros, Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata hiburan atau pamer budaya, tetapi bagian dari visi jangka panjang sekolah. Ia menekankan pentingnya memberikan “pengalaman belajar bermakna” kepada siswa — pengalaman yang tidak hanya mengasah keterampilan akademis dan bahasa, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap akar budaya, memperluas wawasan global, dan membentuk karakter siswa. Menurut Zaenal, kesempatan ini menjadi bagian dari komitmen SMKN 1 Baros untuk mempersiapkan generasi muda yang tak hanya siap kerja, tetapi juga kaya jati diri dan mampu beradaptasi di lingkungan internasional.
Baca Juga:
UU Perampasan Aset: Efek Jera Koruptor dan Harapan Baru Pemberantasan Korupsi
Di sisi lain, Usep Sofyana, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, turut memberi apresiasi terhadap undangan dari @america. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan berharap siswa dapat memetik manfaat maksimal — tidak hanya dalam hal kemampuan bahasa atau kompetensi global, tetapi juga dalam membangun rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah sendiri. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus menjaga nilai-nilai lokal, meski mereka dipersiapkan menuju masa depan global.
Hari itu, Aula @america berubah menjadi panggung ragam ekspresi budaya Banten. Atmosfernya tampak sarat penghormatan — antara kebudayaan lokal Indonesia dan semangat global. Penonton (yang kebanyakan berasal dari komunitas budaya dan komunitas pelajar) tampak antusias menyaksikan tarian yang memadukan kelincahan dan keanggunan, irama rebana yang khidmat, serta silat yang mencerminkan kekuatan dan disiplin. Acara ini menciptakan dialog emosional: para siswa menunjukkan bahwa budaya daerah bukan sesuatu yang kuno atau terpinggirkan, melainkan kekayaan hidup yang relevan dan mampu berbicara di panggung dunia.
Bagi siswa-siswi SMKN 1 Baros, momen ini lebih dari sekadar unjuk bakat seni. Ia menjadi pengalaman lintas budaya yang membuka mata mereka tentang keberagaman, toleransi, dan kebanggaan identitas. Banyak dari mereka — yang mungkin sehari-hari tinggal dan belajar di Banten — mendapatkan kesempatan langka untuk memperlihatkan jati diri mereka di hadapan publik multikultural. Lebih jauh lagi, kegiatan ini membawa pesan penting: bahwa pelestarian kearifan lokal dan penguasaan bahasa serta pengetahuan global bukanlah dua hal yang saling meniadakan — melainkan dua pilar yang bisa berjalan beriringan.
Usai penampilan, harapan besar disematkan: semoga kegiatan ini menjadi batu loncatan bagi SMKN 1 Baros untuk terus menjalin kerjasama dengan institusi serupa, membuka akses bagi siswa untuk mengenal dunia, dan memperkenalkan budaya Banten lebih luas. Kepala sekolah dan wakilnya menyampaikan keyakinan bahwa kegiatan semacam ini akan mendorong siswa memiliki wawasan global, rasa bangga terhadap budaya sendiri, dan kesiapan untuk bersaing dalam dunia yang semakin terbuka.
Di tengah cepatnya arus globalisasi dan digitalisasi, langkah seperti ini — membawa seni tradisional ke panggung global — terasa sangat relevan. Bukan hanya sebagai simbol pelestarian, tetapi sebagai strategi pendidikan yang holistik: mempertemukan keunggulan akademik, keterampilan bahasa, dan kecintaan terhadap warisan budaya. SMKN 1 Baros, lewat kunjungan ke @america dan penampilan “The Harmony of Banten”, menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan keberanian, generasi muda Banten mampu membawa kisah mereka ke panggung dunia — tanpa harus melepas akar budaya.
Baca Juga:
OTT KPK: Gubernur Riau Abdul Wahid Terjerat Kasus Apa?
Dengan demikian, kunjungan seorang siswa dari Baros ke Jakarta bukan sekadar perjalanan ke kota megapolitan; ia adalah perjalanan lintas ruang dan waktu — dari tanah kelahiran di Banten, memasuki dunia global, lalu kembali membawa harumnama dan budaya ke masa depan.









