PROLOGMEDIA – Pemerintah Kabupaten Serang bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat sinergi dalam membangun desa sekaligus memperkokoh ketahanan nasional melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026. Pelaksanaan TMMD di Kabupaten Serang yang akan dipusatkan di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat kewaspadaan dan ketahanan nasional yang dibangun dari basis ketahanan pangan, ekonomi, hingga penguatan ideologi dan persatuan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui video conference dari Markas Kodim 0602/Serang, Kamis, 29 Januari 2026. Rakornis tersebut diikuti oleh jajaran TNI dan pemerintah daerah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan TMMD agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Najib Hamas hadir mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik semata, melainkan sebuah upaya bersama untuk membangun ketahanan nasional secara menyeluruh, dimulai dari desa sebagai fondasi utama.
“Saya hadir mewakili Ibu Bupati Serang untuk mengikuti Rakornis TMMD ke-127. Kabupaten Serang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TMMD, tepatnya di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal. Ini adalah momentum penting untuk membangun desa sekaligus memperkuat ketahanan nasional,” ujar Najib Hamas.
Najib Hamas menjelaskan, dalam Program TMMD ke-127 Tahun 2026 terdapat sejumlah program strategis yang terbagi ke dalam kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, TMMD akan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat desa, seperti pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta pembangunan jembatan guna memperlancar akses mobilitas warga.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, Najib Hamas menekankan pentingnya kegiatan nonfisik yang akan dilaksanakan dalam TMMD ke-127. Kegiatan nonfisik tersebut antara lain pembinaan kepada masyarakat terkait bela negara dan peningkatan kewaspadaan nasional. Hal ini dinilai sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan peran mereka dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
“TMMD juga menguatkan aspek nonfisik, seperti pembinaan bela negara dan kewaspadaan nasional. Ini penting agar masyarakat tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran nasional yang kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Najib Hamas menyampaikan bahwa TMMD ke-127 juga diarahkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa agar mampu berkembang dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Peningkatan ekonomi juga menjadi bagian penting. Ada penguatan UMKM agar masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi. Ini sejalan dengan upaya membangun ketahanan nasional dari bawah,” terangnya.
Tak hanya itu, pembinaan kerohanian juga menjadi salah satu program penting dalam TMMD ke-127 Tahun 2026. Najib Hamas menyebutkan bahwa pembinaan kerohanian ini dilaksanakan sesuai dengan arahan dan saran dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga:
Banten Bidik Lima Besar Catur Nasional: Wagub Dimyati Pacu Pecatur Muda Ukir Prestasi!
“Pembinaan kerohanian juga menjadi bagian dari TMMD. Ini penting agar masyarakat tidak hanya kuat secara fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki landasan moral dan ideologi yang kokoh,” ungkapnya.
Menurut Najib Hamas, keseluruhan rangkaian TMMD ke-127 merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kebersamaan tersebut, diharapkan akan terbangun ketahanan nasional yang kuat, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan fisik, hingga peningkatan kesadaran dan wawasan kebangsaan masyarakat.
“TNI Manunggal Masuk Desa bersama masyarakat adalah momentum untuk menguatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional. Semua itu dibangun dari ketahanan pangan, ketahanan fisik, dan kesadaran nasional masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang Kolonel Armed Oke Kristiyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 Tahun 2026 direncanakan akan dimulai pada 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Selama kurang lebih satu bulan, berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Kolonel Oke menjelaskan, selain pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, TMMD ke-127 juga akan dilengkapi dengan program tambahan berupa pembangunan dan perbaikan rumah warga. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk rumah warga yang sebelumnya terdampak bencana.
“Selain pembangunan jalan, ada juga program tambahan berupa pembangunan rumah. Termasuk rumah warga yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran akan kita bangun kembali. Selain itu, ada juga rehab ringan untuk mushola dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Namun demikian, Kolonel Oke menegaskan bahwa esensi utama dari TMMD bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan pada terwujudnya kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Oleh karena itu, selama pelaksanaan TMMD, akan banyak kegiatan kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD).
“Yang terpenting adalah kemanunggalan TNI dan rakyat. Bagaimana kita bisa bersama-sama. Nanti dari beberapa OPD juga akan bergabung, bekerja bersama di lokasi TMMD, sehingga tercipta kebersamaan dan sinergi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, dalam mendukung ketahanan pangan, akan ada kegiatan seperti penanaman bersama atau panen bersama yang melibatkan masyarakat dan TNI. Selain itu, berbagai kegiatan penyuluhan juga akan dilaksanakan, terutama penyuluhan tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat di wilayah Cikeusal.
“Dengan adanya penyuluhan dan kegiatan bersama, kita harapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, serta ketahanan masyarakat semakin meningkat. Itulah inti dari TMMD,” pungkasnya.
Baca Juga:
Sampah Sebagai Ladang Bisnis Kriminal: Eropa Terjebak dalam Jaring Perdagangan Ilegal yang Bernilai Miliaran Euro
Melalui TMMD ke-127 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Serang dan TNI berharap dapat menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat paling bawah, yakni desa. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.









