PROLOGMEDIA – Sejak Selasa, 25 November 2025, warga di Sibolga dan Tapanuli Tengah diliputi kecemasan. Akhmad Syukri Nazri Penarik — Wali Kota Sibolga periode 2025-2030 — dilaporkan hilang kontak. Pesan terakhir yang diterimanya memperlihatkan kondisi genting: dia mengabarkan bahwa dirinya terjebak dalam banjir dan longsor di kawasan Sitahuis, Tapanuli Tengah, dan akses menuju Sibolga terkunci. Sejak itu, jejak komunikasi terhenti, dan jalur darat maupun sinyal telekomunikasi dikabarkan lumpuh.
Selama tiga hari penuh, pihak pemerintah kota beserta keluarga dan kolega terus mencari keberadaannya. Upaya mencari informasi dari rekannya di partai hingga pejabat daerah dilakukan, menunggu secercah kabar bahwa Wali Kota muda itu tersambung kembali.
Titik krusial muncul pada hari keempat — Jumat, 28 November 2025. Dalam konferensi pers, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan kabar menggembirakan: Akhmad Syukri telah ditemukan dalam kondisi hidup.
Dari pengakuannya, Syukri mengatakan bahwa dirinya berjalan kaki selama empat hari untuk menembus jalur terputus akibat longsor antara rute Sibolga — Tarutung, Tapanuli Utara. Dia terjebak di kawasan bencana, tanpa akses komunikasi, dan harus melewati medan berat untuk kembali ke daerah aman. Akhirnya, setelah berjalan berhari-hari melalui daratan yang terisolasi, ia berhasil keluar dan kembali ke Sibolga.
Baca Juga:
Enam Makanan Kaleng yang Ternyata Baik untuk Kesehatan Usus Menurut Ahli Gizi
“Saya jalan kaki empat hari,” katanya kepada BNPB, menuturkan perjalanan ekstrem yang harus dilalui demi keselamatan. Meskipun lelah, kondisi fisiknya dinyatakan “capek tapi mukanya segar.”
Kabar penemuan ini langsung disambut lega oleh banyak pihak. Selama periode hilang kontak, warga dan sejumlah pejabat daerah menyatakan kekhawatiran tinggi. Akses jalan yang terputus, jaringan seluler padam, serta banjir dan longsor yang melanda membuat situasi menjadi suram dan penuh ketidakpastian.
Kini, ketika Syukri ditemukan, dinyatakan selamat, dan kembali ke kota, kegembiraan dan kelegaan menyelimuti banyak pihak. Dalam rencana ke depan, ia dijadwalkan akan meninjau langsung kondisi di Sibolga — untuk melihat dampak bencana sekaligus memulai pemulihan pascabencana.
Kisah ini menjadi pengingat pahit tentang betapa rapuhnya akses dan komunikasi ketika alam menunjukkan kekuatannya. Bencana yang melanda wilayah Sibolga dan sekitarnya tidak hanya memutus jalan dan listrik, tetapi juga meniadakan jejak seorang pemimpin yang tengah berada di garis depan penanggulangan — dan memaksa dia melakukan perjalanan berat dengan berjalan kaki demi menyelamatkan diri.
Baca Juga:
Makan Bergizi Gratis: Skema Insentif Harian untuk Guru Pelaksana Ditetapkan
Namun dari ketidakpastian itu, muncul kisah keberanian dan keteguhan. Keselamatan seorang Wali Kota berhasil terjamin, dan dengan itu harapan bagi masyarakat untuk bangkit kembali menyala. Semoga kondisi di Sibolga segera stabil, dan para warga terdampak dapat segera memperoleh bantuan serta pemulihan.









