JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Jakarta menawarkan berbagai destinasi wisata sejarah yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Lebih dari sekadar upacara seremonial, mengunjungi museum menjadi cara interaktif untuk memahami perjalanan panjang kemerdekaan Indonesia.
Jakarta, sebagai pusat pemerintahan dan sejarah, memiliki sejumlah museum yang menyimpan artefak dan cerita penting. Tempat-tempat ini bukan hanya sekadar galeri benda-benda kuno, tetapi juga jendela yang membuka wawasan tentang semangat perjuangan, pengorbanan, dan persatuan yang membentuk bangsa ini.
Mari kita telusuri beberapa museum di Jakarta yang layak dikunjungi pada momen Hari Pahlawan ini:
1. Museum Sumpah Pemuda: Jejak Lahirnya Persatuan
Terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat, Museum Sumpah Pemuda adalah saksi bisu lahirnya semangat persatuan bangsa. Gedung ini dulunya adalah rumah kos milik Sie Kong Lian, yang menjadi tempat berkumpulnya para pelajar dari berbagai daerah. Di sinilah, pada tahun 1928, mereka mengikrarkan Sumpah Pemuda, sebuah tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional.
Di dalam museum ini, pengunjung dapat melihat naskah asli Sumpah Pemuda, mempelajari biografi tokoh-tokoh pergerakan, dan menyaksikan replika ruang pertemuan Kongres Pemuda. Koleksi-koleksi ini menghidupkan kembali suasana saat para pemuda berdiskusi, berdebat, dan akhirnya mencapai kesepakatan untuk bersatu demi Indonesia merdeka. Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 08.00-16.00 WIB, dengan harga tiket yang terjangkau, yaitu Rp 3.000 untuk anak-anak dan Rp 5.000 untuk dewasa.
2. Museum Kebangkitan Nasional: Dari Sekolah Dokter ke Pelopor Kebangkitan
Museum Kebangkitan Nasional berlokasi di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh Nomor 26, Senen, Jakarta Pusat. Bangunan ini dulunya adalah School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sebuah sekolah kedokteran bagi pribumi pada masa Hindia Belanda. STOVIA bukan hanya tempat belajar ilmu kedokteran, tetapi juga menjadi tempat bertemunya para intelektual muda yang memiliki visi untuk memajukan bangsanya.
Baca Juga:
Sering Bingung? Ini Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu Sapi
Di tempat inilah, organisasi Budi Utomo lahir, menjadi pelopor kebangkitan nasional Indonesia. Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah STOVIA dan Budi Utomo, termasuk peralatan medis kuno, foto-foto, dan dokumen-dokumen penting. Pengunjung dapat merasakan atmosfer perjuangan para dokter dan intelektual muda yang berjuang untuk kemajuan Indonesia. Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 08.00-16.00 WIB, dengan harga tiket yang sama dengan Museum Sumpah Pemuda.
3. Monumen Pancasila Sakti: Mengenang Tragedi Lubang Buaya
Monumen Pancasila Sakti terletak di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 14,6 hektare dan menjadi saksi bisu peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal juga dengan G30S/PKI.
Tragedi ini merupakan luka mendalam dalam sejarah bangsa Indonesia, dan monumen ini didirikan untuk mengenang para korban dan mengingatkan generasi penerus tentang pentingnya menjaga ideologi Pancasila.
Di monumen ini, pengunjung dapat melihat diorama yang menggambarkan peristiwa G30S/PKI, serta benda-benda bersejarah seperti pakaian asli tujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, terdapat juga museum yang menyimpan berbagai informasi tentang G30S/PKI dan dampaknya bagi bangsa Indonesia. Monumen ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB dengan harga tiket pelajar Rp 3.000 dan umum Rp 5.000 per orang.
Selain tiga museum di atas, Jakarta masih memiliki banyak museum lain yang menarik untuk dikunjungi, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Nasional Indonesia, dan Museum Tekstil Jakarta. Setiap museum memiliki cerita dan koleksi yang unik, yang dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang sejarah dan budaya Indonesia.
Hari Pahlawan adalah momen yang tepat untuk mengunjungi museum-museum ini dan merenungkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengorbanan yang telah ditunjukkan oleh para pahlawan bangsa. Dengan mengunjungi museum, kita tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk terus berjuang demi kemajuan Indonesia.
Baca Juga:
Gus Ipul Bentuk Gugus Tugas Khusus Awasi Sekolah Rakyat, Tak Mau Ada Penyimpangan
Mari jadikan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Kunjungi museum, pelajari sejarah, dan teruskan semangat perjuangan para pahlawan untuk Indonesia yang lebih baik.









