Menu

Mode Gelap

Berita · 19 Des 2025 13:41 WIB

Dapur MBG Polri Jadi Percontohan Global, Sorotan Internasional Menguat


 Dapur MBG Polri Jadi Percontohan Global, Sorotan Internasional Menguat Perbesar

PROLOGMEDIA – Dapur MBG Polri kembali menjadi sorotan dunia internasional, menegaskan peran institusi kepolisian Indonesia yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemenuhan gizi masyarakat. Sejak kunjungan Rockefeller Foundation pada 9 Oktober 2025, di mana delegasi yang dipimpin oleh Elizabeth Yee, Executive Vice President Rockefeller Foundation, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Polri, perhatian komunitas global terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meningkat. Rockefeller Foundation menilai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sebagai model percontohan dalam tata kelola pangan yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memberdayakan masyarakat. Pengakuan ini menjadi dasar mengapa berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan dapur MBG yang dikelola Polri.

 

Komitmen Polri dalam mendukung visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diwujudkan secara konkret melalui keterlibatan aktif dalam program MBG. Melalui pengelolaan SPPG, Polri menghadirkan dapur percontohan nasional yang unik, karena tidak hanya menjamin kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga mengintegrasikan sistem pemeriksaan kesehatan makanan yang dilakukan langsung oleh Dokkes Polri sebelum distribusi. Dengan demikian, setiap porsi MBG yang diterima masyarakat telah melewati proses kontrol kualitas ketat, memastikan menu yang disajikan sehat, higienis, dan bergizi seimbang.

 

Sorotan internasional terhadap dapur MBG Polri kembali menguat pada Kamis, 18 Desember 2025, ketika Delegasi Kedutaan Besar Prancis dan Tim Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan diplomatik ke SPPG Polri Pejaten. Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk pengakuan atas peran aktif Polri dalam memastikan program MBG berjalan cepat, masif, aman, higienis, dan sesuai standar internasional.

 

Dalam kesempatan tersebut, Director General for Global Affairs Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Mrs. Salina Grenet-Catalano, memberikan pernyataan yang menekankan komitmen Prancis terhadap ketahanan pangan dan gizi. Ia menyoroti pentingnya program makanan sekolah bagi pengembangan anak-anak, baik dari sisi kesehatan maupun kapasitas intelektual. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan makanan bergizi yang dapat menunjang pertumbuhan otak dan kemampuan belajar. Program MBG Indonesia, yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, dinilai memiliki skala ambisius dan dampak yang luas, sehingga mendapat dukungan penuh dari pihak Prancis.

 

Mrs. Salina menambahkan bahwa keberhasilan program makanan sekolah sangat terkait dengan pemanfaatan produsen lokal dan sektor pertanian. Makanan yang berkualitas tinggi dan segar dapat dicapai jika program ini mengutamakan produk lokal serta menjaga rantai pasok yang pendek. Dengan cara ini, selain memastikan nutrisi anak terpenuhi, program MBG juga mendorong pengembangan ekonomi lokal dan menghormati tradisi serta kebiasaan makan masyarakat. Ia juga mengapresiasi inovasi penggunaan rumah kaca di sekitar dapur MBG untuk menanam sayur dan buah, sehingga memastikan asupan vitamin anak-anak tercukupi.

 

“Kami tidak datang untuk memberi pelajaran, melainkan ingin membantu Indonesia menerapkan program ini sebaik mungkin. Target Indonesia sangat ambisius, negara ini luas dan penduduknya besar, sehingga tantangannya tidak kecil. Bahkan, tidak ada program makanan sekolah yang seambisius ini di dunia. Kami sangat senang dapat mendukung agar implementasinya berjalan semulus mungkin, karena tata kelola program sebesar ini sangatlah penting,” ujar Mrs. Salina Grenet-Catalano.

Baca Juga:
Kayu Murah Merajalela, Kayu Mewah di Ambang Kepunahan! SOS Kehutanan RI!

 

Selama kunjungan, delegasi meninjau langsung operasional dapur SPPG Polri, termasuk pemeriksaan keamanan pangan (food safety check) oleh Dokkes Polri sebelum distribusi. Sistem ini memastikan bahwa setiap menu MBG memenuhi standar kesehatan dan gizi yang ketat, sehingga masyarakat dapat menerima makanan yang aman dan bergizi.

 

Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menegaskan bahwa Polri memanfaatkan kekuatan organisasi secara optimal untuk mempercepat pemerataan layanan MBG di seluruh Indonesia. “Polri memanfaatkan keberadaan 508 Polres yang tersebar di seluruh Indonesia untuk percepatan pembangunan SPPG. Kami mendorong setiap Polres bersama masyarakat minimal membangun satu SPPG agar pelayanan Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara cepat dan merata,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa Mabes Polri telah membentuk Gugus Tugas MBG yang berjenjang dari tingkat pusat hingga Polres, guna memastikan setiap dapur SPPG dikelola sesuai standar pemerintah. Setiap dapur dilengkapi SOP ketat, sistem pemeriksaan keamanan pangan sebelum distribusi, dan quality control dari pusat hingga daerah. Pendekatan ini memastikan semua makanan MBG aman, higienis, dan berkualitas tinggi.

 

Tidak hanya menekankan aspek keamanan dan gizi, Polri juga mengintegrasikan nilai budaya dan kearifan lokal dalam setiap menu MBG. Pengembangan menu Nusantara di setiap dapur SPPG menjadi strategi untuk memperkenalkan anak-anak pada ragam kuliner lokal, sekaligus menghormati tradisi dan citarasa daerah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya bersifat nutrisi semata, tetapi juga sarana pendidikan budaya dan promosi kuliner Indonesia.

 

Melalui peran aktif dalam Program MBG, Polri membuktikan bahwa pengabdian Bhayangkara tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kualitas generasi masa depan bangsa. Dengan dapur MBG sebagai model nasional, Polri menegaskan bahwa visi besar Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar jargon, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

 

Baca Juga:
Indonesia Punya 127 Gunung Berapi Aktif, Ancaman dan Kesiapsiagaan Masyarakat Jadi Fokus

Dari dapur MBG Polri Pejaten, dunia internasional dapat melihat bagaimana inovasi, kolaborasi, dan komitmen pemerintah dapat menciptakan sistem pangan yang tidak hanya aman dan bergizi, tetapi juga inklusif, berkelanjutan, dan mendukung pengembangan ekonomi lokal. Sorotan dari Rockefeller Foundation maupun delegasi Prancis menjadi bukti bahwa langkah Polri ini tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga diapresiasi secara global, menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi negara lain dalam mengimplementasikan program makanan bergizi secara masif dan berstandar tinggi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita