Menu

Mode Gelap

Berita · 17 Nov 2025 17:56 WIB

Malaysia Pamer Internet Murah, Indonesia Gigit Jari: Ada Apa dengan Tarif Internet Kita?


 Malaysia Pamer Internet Murah, Indonesia Gigit Jari: Ada Apa dengan Tarif Internet Kita? Perbesar

JAKARTA – Di panggung digital global yang semakin kompetitif, akses internet telah menjadi kebutuhan pokok, layaknya air dan listrik. Konektivitas yang cepat, stabil, dan terjangkau membuka pintu bagi berbagai peluang, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga hiburan. Namun, realitas di lapangan seringkali jauh dari ideal. Di tengah gembar-gembor inovasi teknologi dan janji konektivitas tanpa batas, masih banyak negara yang bergulat dengan mahalnya biaya internet.

Baru-baru ini, Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Dalam kunjungannya ke Baku, Azerbaijan, untuk memimpin delegasi Malaysia ke Konferensi Pengembangan Telekomunikasi Dunia 2025 (WTDC-25), Fahmi mengklaim bahwa Malaysia menjadi salah satu negara dengan tarif internet per gigabyte termurah di dunia. Ia menyebutkan bahwa biaya internet di Malaysia hanya sekitar 2 sen Malaysia atau sekitar Rp 80,63 per gigabyte.

Pernyataan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin Malaysia bisa menawarkan tarif internet semurah itu? Apa yang membuat Malaysia begitu sukses dalam menyediakan konektivitas yang terjangkau bagi seluruh masyarakatnya?

Fahmi menjelaskan bahwa hal ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah Malaysia untuk memastikan konektivitas digital yang terjangkau dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Malaysia telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur telekomunikasi, serta mendorong persaingan sehat di antara penyedia layanan internet (ISP).

Selain itu, Malaysia juga berhasil meluncurkan jaringan internet 5G dengan kecepatan sangat tinggi, yang semakin meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan internet di seluruh negara.

Klaim Malaysia sebagai negara dengan internet termurah tentu saja menjadi sorotan, terutama bagi negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia tentu juga memiliki tarif harga internetnya sendiri. Lantas, berapakah tarif internet di Indonesia, dan apakah termasuk yang termurah di dunia?

Sayangnya, data yang ada menunjukkan fakta yang kurang menggembirakan. We Are Social, sebuah perusahaan riset media sosial dan digital, melaporkan bahwa Indonesia memiliki tarif biaya internet broadband tetap per megabit per detik (Mbps) sebesar 0,41 dollar AS atau sekitar Rp 6.800. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-12 sebagai negara dengan tarif internet termahal di dunia.

Ironisnya, di kawasan ASEAN, Indonesia justru menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan biaya internet broadband termahal. Data dari We Are Social menunjukkan bahwa tarif internet di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Perbedaan tarif internet yang sangat signifikan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa internet di Indonesia begitu mahal dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN? Apa yang menyebabkan biaya internet di Indonesia melambung tinggi, sementara negara-negara tetangga mampu menawarkan tarif yang jauh lebih terjangkau?

Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab mahalnya biaya internet di Indonesia. Pertama, infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih belum merata, terutama di daerah-daerah terpencil. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan investasi yang besar, dan biaya ini pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Baca Juga:
Buron Sabu Rp 5 Triliun Ditangkap di Kamboja: Kisah Dewi Astutik dan Jaringan Narkoba Internasional

Kedua, persaingan di antara penyedia layanan internet (ISP) di Indonesia masih belum optimal. Jumlah ISP yang beroperasi di Indonesia masih relatif sedikit, dan hal ini menyebabkan kurangnya persaingan harga. Akibatnya, ISP dapat menetapkan tarif internet yang tinggi tanpa takut kehilangan pelanggan.

Ketiga, regulasi pemerintah di sektor telekomunikasi juga dapat mempengaruhi harga internet. Regulasi yang ketat dan rumit dapat menghambat investasi di sektor telekomunikasi, dan pada akhirnya menyebabkan biaya internet menjadi mahal.

Mahalnya biaya internet di Indonesia tentu saja memiliki dampak negatif bagi masyarakat. Akses internet yang mahal dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesempatan pendidikan, dan memperlebar kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk menurunkan biaya internet dan meningkatkan aksesibilitas internet bagi seluruh masyarakat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi: Pemerintah perlu berinvestasi lebih banyak dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terutama di daerah-daerah terpencil. Pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada pihak swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
2. Mendorong persaingan sehat di antara penyedia layanan internet (ISP): Pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi ISP baru untuk masuk ke pasar. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa tidak ada praktik monopoli atau kartel yang merugikan konsumen.
3. Merevisi regulasi di sektor telekomunikasi: Pemerintah perlu merevisi regulasi di sektor telekomunikasi agar lebih fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Regulasi yang rumit dan birokratis perlu disederhanakan agar tidak menghambat investasi dan inovasi di sektor telekomunikasi.
4. Memberikan subsidi internet bagi masyarakat kurang mampu: Pemerintah dapat memberikan subsidi internet bagi masyarakat kurang mampu agar mereka dapat mengakses internet dengan harga yang terjangkau. Subsidi ini dapat diberikan melalui program bantuan sosial atau voucher internet.
5. Meningkatkan literasi digital masyarakat: Pemerintah perlu meningkatkan literasi digital masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan internet secara optimal. Program pelatihan dan edukasi tentang internet perlu digencarkan di seluruh pelosok negeri.

Dengan mengambil langkah-langkah konkret ini, diharapkan biaya internet di Indonesia dapat diturunkan dan aksesibilitas internet dapat ditingkatkan bagi seluruh masyarakat. Konektivitas yang terjangkau dan berkualitas akan membuka pintu bagi berbagai peluang, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersempit kesenjangan digital.

Kisah tentang mahalnya internet di Indonesia ini merupakan cerminan dari tantangan yang dihadapi oleh banyak negara berkembang di seluruh dunia. Akses internet yang terjangkau dan berkualitas merupakan kunci untuk membuka potensi ekonomi dan sosial suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap internet.

Di era digital yang semakin maju ini, internet bukan lagi sekadar barang mewah, melainkan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap internet, tanpa terkecuali.

Baca Juga:
Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Nasional Berkat Keberhasilan Tekan Ketimpangan Kesejahteraan

Dengan konektivitas yang terjangkau dan berkualitas, kita dapat membangun masyarakat yang lebih cerdas, lebih produktif, dan lebih sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita