PROLOGMEDIA – Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, menjadi momentum penting bagi berbagai pihak di Banten untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga lingkungan pesisir. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan, Gubernur Banten Andra Soni ikut hadir, menyaksikan langsung bagaimana gerakan menanam mangrove kembali digalakkan sebagai ikhtiar memperkuat sabuk hijau pesisir. Namun, yang paling ia tekankan adalah pentingnya memastikan bahwa kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seremoni tahunan yang hanya ramai di hari pelaksanaan, lalu sepi perhatian ketika bibit sudah tertanam. Baginya, penanaman adalah langkah awal, sedangkan pekerjaan sesungguhnya adalah merawat agar bibit-bibit itu tumbuh menjadi tegakan mangrove yang kuat dan bermanfaat bagi kehidupan.
Andra Soni mengingatkan bahwa pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Berkali-kali ada penanaman mangrove besar-besaran, tetapi sebagian bibit hilang hanya beberapa hari setelah ditanam, terbawa arus atau hanyut karena tidak ditanam dengan teknik yang tepat. Ia menegaskan bahwa masalah tersebut harus segera diatasi dengan cara memperbaiki metode penanaman dan memastikan adanya pemantauan berkala. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir, untuk benar-benar terlibat dalam menjaga keberlanjutan konservasi mangrove. Bukan hanya menghadiri seremoni dan mengabadikan momen, tetapi secara langsung ikut memastikan setiap bibit tumbuh dengan baik dan jumlahnya tidak berkurang dari waktu ke waktu.
Di hadapan peserta kegiatan HMPI, Gubernur mengatakan bahwa delapan ribu bibit yang ditanam kali ini harus menjadi tonggak awal perubahan. Ia menaruh harapan besar bahwa setahun ke depan jumlah pohon yang tumbuh tetap terjaga, bahkan meningkat melalui proses pemeliharaan yang berkelanjutan. Menurutnya, menanam pohon adalah ikhtiar sederhana yang memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Mangrove bukan sekadar tanaman pesisir, melainkan sebuah sistem perlindungan alami yang menjaga garis pantai dari abrasi, menghambat intrusi air laut, dan melindungi ekosistem dari kerusakan lebih jauh. Karena itu, Andra Soni menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk ibadah sosial, sebab manfaatnya akan terus mengalir dan dirasakan generasi mendatang.
Ia menggambarkan bagaimana kawasan mangrove memiliki peran penting sebagai rumah bagi berbagai jenis biota laut, tempat berkembang biak ikan, udang, dan kepiting, sekaligus sebagai benteng yang menahan kekuatan gelombang laut. Dalam konteks perubahan iklim yang semakin nyata, mangrove menjadi salah satu senjata ekologis yang paling efektif dalam menyerap karbon. Dengan kata lain, satu pohon mangrove bukan hanya memberi manfaat bagi masyarakat pesisir, tetapi berkontribusi pada upaya global melawan pemanasan bumi. Karena itu, ia berharap masyarakat melihat penanaman mangrove bukan sekadar program pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang menyangkut keberlangsungan hidup.
Baca Juga:
Pabrik Aqua Berdiri, Sumur Warga Caringin Bogor Kering! Kini Harus Bayar Rp 70 Ribu/Bulan untuk Air yang Hanya Ada Siang Hari”l
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan apresiasi kepada PLN UID Banten. Bukan hanya karena perusahaan itu berhasil menghadirkan rasio elektrifikasi hampir 100 persen di Banten, tetapi karena PLN turut memberikan energi kehidupan lewat berbagai program lingkungan. Gubernur menilai bahwa keterlibatan PLN di kegiatan penghijauan menjadi bukti bahwa perusahaan energi pun memiliki komitmen luas terhadap pembangunan berkelanjutan. Ia memuji langkah-langkah PLN yang melihat penyediaan listrik sebagai satu sisi pembangunan, sedangkan sisi lainnya adalah memastikan lingkungan tetap terjaga, aman, dan lestari sebagai pendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat.
General Manager PLN UID Banten, Muhamad Joharifin, turut memberikan penjelasan mengenai kontribusi perusahaannya dalam kegiatan konservasi pesisir tersebut. Ia menyampaikan bahwa lokasi penanaman dipilih berdasarkan kebutuhan perlindungan ekosistem dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, ada banyak area pesisir yang kini membutuhkan penanaman ulang karena tekanan lingkungan semakin meningkat. Erosi pantai menjadi ancaman bagi warga, sementara hilangnya tutupan mangrove membuat ekosistem semakin rentan. Karena itu, penanaman yang mereka lakukan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari program yang lebih besar untuk menjaga keseimbangan alam.
Joharifin menjelaskan bahwa dua jenis mangrove yang ditanam, yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, dipilih karena kemampuannya yang tinggi dalam menahan gelombang, memperkuat struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan biota laut. Kedua jenis itu dikenal sebagai jenis bakau yang kuat, dengan akar tunjang yang dapat mencengkeram lumpur dan pasir secara efektif. Ketika ekosistem mangrove tumbuh subur, maka kawasan yang sebelumnya rentan abrasi bisa kembali stabil. Selain itu, kawasan mangrove yang sehat dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat melalui keberadaan ikan dan kepiting yang berkembang di sana. Bahkan, kawasan mangrove juga memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata edukasi dan rekreasi, karena banyak masyarakat yang tertarik menikmati suasana hutan pesisir yang rindang, sejuk, dan eksotis.
Ia menutup paparannya dengan menegaskan bahwa melestarikan mangrove berarti melindungi kehidupan. Bukan hanya melindungi pantai dari kerusakan, tetapi juga menjaga sumber pangan, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia berharap aksi penanaman kali ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah konkrit menuju masa depan pesisir Banten yang lebih aman dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Cikande Bebas Radiasi! Warga Siap Pulang Pekan Depan
Kegiatan di Desa Lontar itu akhirnya menciptakan suasana kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam satu tujuan mulia: menjaga alam. Harapan besar terletak pada kesungguhan semua pihak untuk memastikan setiap bibit yang ditanam tumbuh menjadi kekuatan baru yang memperkuat sabuk hijau pesisir Banten. Karena pada akhirnya, kelestarian mangrove tidak hanya menjadi warisan bagi lingkungan, tetapi juga menjadi penopang kehidupan yang memberikan manfaat panjang bagi generasi di masa depan.









